2020-07-08 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka menjaga kontinuitas distribusi gas bumi yang andal setelah Central Processing Event (PPC) di daerah blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Bumi Jawa (PPGJ), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan distribusi gas alam terkompresi (PGN) CNG) gas alam menggunakan teknologi GTM (Modul Transportasi Gas) atau truk Gaslink untuk memastikan keamanan pasokan gas alam dalam negeri di wilayah Semarang.

Diperkirakan belum lama ini bahwa pasokan gas alam terkompresi adalah dari 1.100 meter kubik menjadi 1.300 meter kubik untuk menyediakan bensin dalam negeri ke Semarang. 3 meter kubik per hari, menyediakan 280-300 meter kubik per hari untuk Brora Grande.

Menimbang bahwa kedua area terkena dampak insiden CPP Gundih, dan aliran udara dihentikan.

“Sejauh ini, distribusi CNG baik, dan aliran gas di rumah normal untuk rumah pelanggan. Nyala api di kompor pelanggan tetap normal dan belum surut. Tapi ini hanya sementara sampai CPP Gundih kembali ke PGN Sambo Heri Frastiono, kepala area penjualan, mengatakan: “Karena proses pemeliharaan belum selesai, itu telah kembali normal,” (16 April 2020).

Heri juga menambahkan bahwa dalam keadaan darurat saat ini, COVID-19 “Sambo Konsumsi gas alam punggungan meningkat dua kali lipat. Pada bulan Maret, konsumsi gas alam Semarang mencapai 25.000 M3. Kemudian, naik menjadi 53.000 M3 pada bulan Maret. Terlepas dari beberapa insiden, kami terakhir mencoba memastikan kebutuhan masyarakat. Gas alam puas, “katanya.

Untuk memasok gas alam ke Semarang, PGN memiliki dua sumber pasokan gas alam.

Untuk wilayah Semarang sendiri, gas bumi dipasok oleh sumber gas CNG. Jawa Timur dan Jawa Barat Provinsi (gas alam terkompresi), didistribusikan oleh pipa distribusi gas bumi di daerah Tambak Aji-Wijaya Kusuma.

Jargas di Semarang Timur menerima pasokan gas alam dari sumber gas alam. “Kami memastikan bahwa dua aliran gas bumi ini tetap stabil sampai mereka didistribusikan ke Masyarakat. “

Tinggalkan Balasan