2020-07-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pusat Informasi Maritim TNI (Pusinfomar) melakukan kunjungan kerja pada hari Rabu (17/6) di Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan Jakarta untuk berkoordinasi dan berbagi informasi kelautan. Kantor Kementerian Transportasi-Direktur Jenderal Perhubungan Laut Jakarta R. Agus H. Purnomo dikunjungi langsung oleh Laksamana Andy Abdul Aziz, Laksamana Angkatan Laut Indonesia yang pertama, dan Pangkat militer

– Konsul Jenderal Hubla mendampingi navigator Hengki Angkasawan dan direktur Maritim dan Penjaga Pantai (KPLP) Ahmad.Dia berharap kedua pihak dapat berbagi informasi kerja sama sehingga di masa depan kerja sama itu dapat memberikan manfaat bersama dan tambahan nilai.

“Saya harap kerja sama ini dapat berlanjut melalui forum diskusi sedemikian sehingga kita dapat bekerja sama untuk negara ini.” Managing Director Argus berkata.

Pada kesempatan ini, Hengki Angkasawan, Direktur Divisi Navigasi menjelaskan fungsi dan tanggung jawab Divisi Navigasi, termasuk bagaimana mengatur rute transportasi dan rute ke pelabuhan untuk memastikan keamanan transportasi.

“Kami juga bersiap untuk bertukar data dengan Pusat Informasi dan Informasi Angkatan Darat Indonesia, di mana kami memiliki data AIS, data VTS, dan data pelacakan kapal. Ini dapat dipantau melalui Pusat Komando Korps Marinir (MCC) atau kapal,” kata Hengki, ” Dengan cara ini kita dapat menggunakan informasi yang dimiliki setiap orang.

Selain itu, Hengki juga menjelaskan persiapan penerapan TSS di Selat Da Ta dan Selat Lombok.

Direktur KPLP Ahmad menjelaskan fungsi kepemimpinan KPLP dan pelaksanaan pengawasan dan penegakan departemen pengiriman, termasuk pengawasan dan dukungan personel dan armada patroli KPLP. Dia menambahkan: “Hal yang benar dapat dicapai.” Menurut Andy Abdul Aziz, Menteri Pertahanan Tentara Indonesia, pihaknya memiliki pemangku kepentingan yang relevan, termasuk Penting untuk berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Hubla Branch. Oleh karena itu, pertemuan ini harus menjadi forum untuk berbagi dan memperoleh kontribusi.Selain itu, Kolonel Arif Badrudin, Wakil Laksamana Pusinfomar TNI, menjelaskan situasi keseluruhan pemantauan perairan dan yurisdiksi nasional. Pengantar Pusinfomar, Lingkungan Strategis, pengawasan dan analisis Pusinfomar TNI terkait dengan anomali kapal di perairan teritorial, dan izin masuk tantangan masa depan bagi kapal asing untuk memasuki pelabuhan Indonesia, dan konfirmasi data yang mengkonfirmasi anomali yang dicurigai dalam operasi perairan Indonesia – setelah pertemuan, Pusinfomar TNI berkesempatan melakukan inspeksi di lokasi Pusat Komando Korps Marinir (MCC) dan mengeditnya di Kantor Kantor Umum Kementerian Transportasi Habra, Gedung Karsa Rant Ai 4 Jakarta. (*)

Tinggalkan Balasan