2020-07-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Hingga Minggu (19/4), tidak kurang dari 8.954 desa telah menyiapkan ruang terisolasi untuk Covid-19 pemantauan personil internal (ODP).

Ruang terisolasi dapat menampung 35.000 tempat tidur. Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan hal ini di gedung BNPB di Jakarta pada Minggu (19/4).

Dia mengatakan bahwa sebanyak 24.519 ODP telah diproses di lokasi isolasi. -Dia berkata: “Ini berarti bahwa desa ini sudah sangat baik, dan sedang bergerak menuju pencegahan dan pengelolaan Covid-19 menuju desa mandiri,” katanya kepada wartawan. Ruang-ruang pertemuan penduduk desa, gedung-gedung PAUD dan sekolah serta rumah-rumah telah dievakuasi.

Tentu saja, ruang isolasi dilengkapi dengan kamar mandi, air, listrik dan logistik. Bahkan jika luas rumah memadai, semua penduduk desa tidak dapat menggunakannya sebagai tempat yang independen. Misalnya, hanya ada satu kamar di rumah, dan sulit untuk hanya memiliki satu kamar. Oleh karena itu, penting bagi desa untuk menyiapkan ruang isolasi, “jelasnya. Menteri Gus mengatakan bahwa ruang isolasi desa disiapkan oleh relawan desa yang menentang Covid-19, dan kepala desa menjabat sebagai wakil direktur BPD untuk Covid-19. Terdiri dari beberapa anggota. Mewakili semua komponen desa.

Saat ini, sebanyak 40.000 atau 53% desa di Indonesia telah melatih sukarelawan desa melawan Covid-19. -19, katanya.

Menteri Gus mengundang semua kepala desa untuk secara serius mempersiapkan desa untuk berurusan dengan Covid-19. Menurutnya, tandem penanggulangan global di daerah pedesaan sangat penting untuk mengurangi jumlah transmisi.

“Jika sebuah desa skala kecil seperti ini dibangun, Kemudian akumulasi skala kecil ini akan berdampak pada kelompok yang lebih besar. Dia mengatakan, apakah itu di tingkat kabupaten, atau di tingkat regional, provinsi dan nasional, “katanya.

Tinggalkan Balasan