2020-07-23 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Wakil Menteri PDTT Pedesaan Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa sebagai bagian dari program bantuan tunai langsung (BLT) untuk penduduk desa yang terkena wabah Covid-19, pemantauan ketat akan dilaksanakan. “Ini tidak digunakan oleh penumpang gelap,” kata Budi Arie.

Dia mengundang pemerintah daerah, kepala desa, pejabat desa, mediator desa dan masyarakat untuk secara aktif mengawasi pelaksanaan rencana BLT. Kata Budi. “Pemerintah bekerja keras untuk mengurangi beban pada masyarakat karena wabah Covid-19.” Proyek Desa BLT adalah kepedulian presiden untuk penduduk desa yang menderita epidemi ini, “kata Budi. — Epidemi itu adalah Joe Bencana nasional diputuskan oleh Presiden Covey, sehingga semua pihak harus mempertahankan keberhasilan program BLT.

“Jangan biarkan siapa pun menggunakan pandemi Covid-19 untuk keuntungan pribadi, termasuk bermain dengan orang lain. Dana BLT. Kami berharap rencana itu tidak akan memiliki hasil dan litigasi, “kata Budi Arie.

Wakil Menteri Budi Arie menjelaskan bahwa rencana BLT didanai oleh anggaran negara sekitar 22 triliun rupee. Anggaran rencana BLT diambil dari bagian 2020 Dana desa memiliki pendapatan rumah tangga bulanan sebesar Rs 72 triliun dalam tiga bulan dari April hingga Juni. Sekitar 12 juta rumah tangga akan mendapat manfaat dari rencana tersebut.

“Rencana BLT harus dipenuhi. Transfer uang tunai ini berguna untuk memulihkan daya beli penduduk desa yang paling terpukul. “Proses pengumpulan data untuk penerima manfaat sedang berlangsung. Jangan tumpang tindih dengan program PKH untuk menjaga target bantuan pangan non-moneter. Warga desa yang memiliki hak untuk menggunakannya harus mendapatkannya. Wakil Menteri Budi Ali mengatakan.”

Tinggalkan Balasan