2020-07-23 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo mengunjungi PT. Eka Karya Graha Flora, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (12 Desember 2020).

Menteri Pertanian mengawasi sistem budidaya anggrek dan mendorong perusahaan untuk memperluas aksesnya ke pasar ekspor berbagai negara. Di seluruh dunia .

Liferdi Lukman, kepala buah dan florikultura di Kementerian Pertanian (Kentland), menjelaskan bahwa pengembangan anggrek yang dikelola oleh Eka Karya adalah pabrik berkualitas tinggi yang siap diekspor, dan pabrik itu memiliki pasar tetap. Misalnya, Jepang, Cina, dan bahkan Amerika Serikat.

Baca: IDI dan Kementerian Kerjasama sedang melakukan penelitian lanjutan tentang kayu putih

“Menteri mengatakan bahwa perusahaan akan membuka kemungkinan menggunakan media untuk mengekspor ke negara lain. Penerbangan penerbangan mengingatkan negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah , Komisaris pertanian Singapura dan Malaysia membuka pasar grosir, “katanya.

Menurut Liverdi, kali ini Menteri Pertanian memberikan perhatian khusus pada tanaman anggrek hitam di Papua. Menurut Menteri Pertanian Liverdi, anggrek Papua adalah anggrek berkualitas tinggi dan dihargai oleh banyak negara di dunia.

“Salah satu poin utama dari menteri dalam bisnis ini adalah anggrek hitam dari Papua. Dia (Menteri Pertanian) mensyaratkan bahwa semua anggrek Indonesia memang dilestarikan dan dikalikan dengan spesies mereka, terutama yang milik kekayaan Indonesia”, t- Dia berkata.

Baca: Menteri meningkatkan budidaya anggrek Kebun Syahrul Push Eka Karya Flora memasuki pasar bebas

PT. Graha Flora Workshop memiliki kebun sekitar 15 hektar di jalan tol Kalihurip di Karawang, Jawa Barat, perusahaan telah mengekspor anggrek Phalaenopsis hibrida ke Jepang dan Singapura. Sekitar 50.000 tanaman setahun – perusahaan ini juga memproduksi berbagai Jenis anggrek, seperti Bulan (Phalenopsis), Dendrob ium ium ium dan anggrek Vanda. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1996 dan memiliki kapasitas produksi 1,2 juta pabrik per tahun.

Baca: Suatu gerakan untuk membangun semangat usaha kecil dan menengah di bidang pertanian melalui petani-pemilik PT. Em Karian Graha Flora dan Eka Karya Graha Flora berterima kasih kepada Menteri Pertanian Syahrul dan stafnya atas kunjungan mereka. Ia berharap kedatangan Menteri Pertanian akan semakin memperkuat antusiasme petani untuk meningkatkan produksi.

“Perusahaan kami telah bekerja sama dengan 150 petani tambahan anggrek untuk menyediakan benih budidaya. Sejauh ini, kami masih terus memperluas pangsa pasar domestik dan ekspor kami. Terima kasih lagi kepada menteri dan staf untuk kedatangannya,” pungkasnya (*) )

Tinggalkan Balasan