2020-07-23 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) meyakini perlunya memperkuat kerja sama antara komunitas bisnis dan pemerintah dalam proses penggunaan teknologi digital dalam menanggapi era Industri 4.0.

Manajemen koperasi, sumber daya manusia dan perencanaan dan pengembangan bisnis, dan perumusan kebijakan dapat diwujudkan dalam bidang data dan informasi

“Setiap kerjasama didasarkan pada kepentingan bersama untuk mempromosikan pengembangan usaha, menciptakan peluang kerja dan Menteri Perencanaan dan Pengembangan (Kabarenbang) Tri Retno Isnaningsih, kepala Kementerian Peningkatan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, mengatakan dalam pidatonya dan pembukaan webinar ketenagakerjaan dengan tema “Strategi dan peran perusahaan dalam memerangi pengangguran” dan pekerja yang terkena dampak Park ovid 19 “di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Tri Retno mengatakan bahwa dampak negatif Covid-19 di bidang ketenagakerjaan tidak hanya dipengaruhi oleh pekerja di perusahaan dan sektor formal.

Tetapi pekerja di sektor informal (seperti wiraswasta atau wiraswasta) merasakannya. Tri Retno Isnaningsih mengatakan: “Karena efek ini, daya beli masyarakat telah menurun, tetapi jumlah orang miskin telah meningkat.” Kabalun percaya bahwa pemerintah harus meningkatkan pekerjaan yang layak bagi kaum muda melalui program pelatihan dan dukungan bagi wirausahawan muda kesempatan. Dia mengatakan: “Sektor swasta dapat memainkan peran penting dalam pembelajaran.” Selain itu, Negara Bagian Kabalun terus mengatakan bahwa pemerintah harus mengintegrasikan jaminan investasi sosial ke dalam layanan ketenagakerjaan (layanan ketenagakerjaan publik); ia menggabungkan layanan digital dengan konsultasi pribadi dan layanan penempatan. Kombinasikan, dan tingkatkan informasi pasar kerja. Dia mengatakan: “Ketika perusahaan merestrukturisasi kegiatan dan kebutuhan karyawan mereka dalam hal kuantitas dan keterampilan,”

Tinggalkan Balasan