2020-07-22 |  Kilas Kementerian

Jenny Punto TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Kabupaten Jenoponto, salah satu sentra produksi jagung dan beras di Sulawesi barat daya. Global Covid-19.

“Saya mengundang polisi untuk bekerja dengan satuan tugas makanan mereka, Brog, pengusaha, dan TNI. Ini adalah panggilan nasional. Kami memastikan bahwa kebutuhan makanan masyarakat terpenuhi.”, Menteri Pertahanan Syahrul, Senin (20/4) Diterima oleh Iksan Iskandar, bupati Jeneponto, mengatakan- “Pertanian, menurut Menteri Pertanian, dalam keadaan dan kondisi seperti itu tidak boleh berhenti. Dia berkata:” Kegiatan produksi dan distribusi harus dilanjutkan . Saya ingin bertanya, polisi mengawal alat transportasi pengangkutan makanan.

Iksan Iskandar, Menteri Pertanian dan Bupati Jane Neponto, juga memanen padi di daerah tersebut. Desa Kalecangloe, Palippri, desa kecil Kabupaten Arungkeke Kab. Jeneponto .- — Bupati Yishan mengatakan dalam pidatonya bahwa Kabupaten Jeneponto memiliki 26.000 hektar sawah dengan produktivitas 5-6 ton per hektar, jagung 36.000 hektar dan 7,8 ton per hektar.

“Tapi, Pak Menteri, saya Mengalami kendala kecil. Karena perbedaan harga, beberapa petani menjual produk jagung ke daerah lain. Produsen jagung di sini memiliki kadar air 30% dan harganya adalah Rp 1.700 per kilogram, sementara di tempat lain, “Rp 1.800 per kilogram”, “kata Yishan.” Menurut Yishan, ini karena petani terjebak dalam Timbul dari kerja paksa. Selain itu, pemanen berharap bahwa jagung memiliki kadar air 7%, dan petani tidak melakukan perawatan pasca panen, sehingga mereka langsung menjual hasil panen dengan air 30%.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Syahrul membuat rekomendasi tentang penggunaan kredit komersial. (KUR) Pertanian.

“Ada KUR pertanian 50 triliun rupiah. Manfaatkan sepenuhnya. Jika ada kemudahan atau broker, saya meminta Kementerian Pertanian untuk berkoordinasi dengan manajer umum PSP untuk menggulung KUR di sini,” kata Syahrul.

Tinggalkan Balasan