2020-07-22 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Tim pencarian dan penyelamatan bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya untuk melanjutkan pekerjaan pagi ini (6/7) selama evakuasi kapal nelayan yang tenggelam, Kasih 025 dan pencarian korban pada hari Minggu sore (5/7), Termasuk tim yang dibentuk oleh Kantor Umum Transportasi Maritim dari Kementerian Transportasi melalui Kantor Pelabuhan dan Otoritas Tersier Kupang (KSOP), tim memobilisasi patroli KPLP KNP. 340 .

“Data sementara yang kami terima sejauh ini menunjukkan bahwa ada 28 orang di dalamnya, 2 (2) orang tewas, 20 orang selamat, dan 6 (6) orang masih mencari” , KSOP Level III kata manajer kantor Kupang Aprianus Hangki, Senin (6/7).

Selain Kupang Basarnas dan kelompok Kupop III dari Kupang, proses evakuasi juga melibatkan KKP Kupang, Polisi Kupang, Polisi Alak, KPPP Tenau, Kepolisian Daerah NTT, Biro Transportasi Provinsi NTT, BPBD, Tagana, Pelindo III Dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Menurut laporan yang diterima dari kantor Level III KSOP Kupang, kapal nelayan Kasih 025 berangkat dari Tablon Ron dan berlayar ke Rote pada Minggu pagi (5/7). Namun, ukuran kapal nelayan LOVE 025 adalah GT. Kapal No. 13 memiliki panjang 15,55 meter dan lebar 3,1 meter, tidak berangkat dari pelabuhan, tetapi dari Syahbandar ke Biro Maritim Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pelabuhan perikanan.

“Beberapa orang curiga” Selama perjalanan, kapal penangkap ikan ini diterjang gelombang besar 2-4 meter, menyebabkan kapal dalam kesulitan.

Setelah kejadian itu, Rote-Kupang Express Bahari Express yang lewat memberi tahu Radio Radio bahwa sebuah kapal nelayan telah tenggelam dan meminta bantuan segera. Evakuasi dan pencarian. Dia berkata: “Kapal cepat Bahari ekspres melihat dua (dua) orang mengambang Di atas air, ia kemudian membantu orang itu dan dibawa ke pelabuhan Kupang Tenau. “Tambahan .

Setelah tiba di Pelabuhan Turnau, sebuah tim yang terdiri dari KSOP Kupang, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Unit Pelaksana Keamanan Pelabuhan (KPPP) segera membawa para korban ke Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk pemeriksaan kesehatan. Mereka kemudian dikirim ke Bhayangkara Pada saat yang sama, patroli KNP. Pesawat 340 milik kantor Kelas III KSOP di Kuban, dan kapal Antareja Basarnas segera pergi ke tempat kejadian untuk mencari dan mengungsi.

“KNP. 340 kapal patroli tersapu di daerah Taboron dan daerah Pulau Kambing, sementara kapal patroli Basarnas Antareza disortir di perairan Pukuafu. “Setelah hari Minggu-WITA sekitar jam 4:11 siang, kapal Basarnas menemukan 2 (dua) orang mati,” jelas Hangki.

Setelah Basarnas tiba di pelabuhan Tenau pada hari Minggu malam, korban meninggal dan yang selamat segera meninggal.Dia dibawa ke rumah Rumah Sakit Bayan Kara untuk perawatan lebih lanjut

Hangji berharap tim evakuasi terpadu dapat menemukannya dengan aman Semua korban hilang.

Tinggalkan Balasan