2020-07-22 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan Presiden Republik Indonesia bantuan sosial (bansos) kepada pekerja yang diberhentikan dan dipecat di wilayah Jabodetabek, Rabu (17/6/2020). — Menteri Sumber Daya Manusia Ada mengumumkan bahwa menyerahkan bantuan sosial adalah masalah pemerintah bagi pekerja yang diberhentikan.

“Pemerintah bertekad untuk memperhatikan dan memberikan prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan daya beli warga,” kata Ida Menaker.

Menurut Ida Menaker, pekerja adalah kelompok yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. -Menurut data dari Kementerian Tenaga Kerja per 27 Mei 2020, tidak kurang dari 1.058.284 pekerja formal / pekerja telah di-PHK, dan jumlah orang yang terkena PHK adalah 380.221.

Jumlah Covid-19 yang terkena dampak di sektor informal adalah 318.595. Dengan demikian, totalnya adalah 1.757.464 pekerja / pekerja.

Selain itu, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa sekitar 100.000 pekerja migran Indonesia (PMI) telah kehabisan kontrak kerja mereka, dan sisanya telah habis. Terus meningkat hingga Agustus 2020. Jumlah kandidat PMI yang ditunda untuk pergi mencapai 30.000.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk menangani dampak pandemi Covid-19 pada pekerja yang diberhentikan dan di-PHK.

Dalam tindakan yang diambil berdasarkan rencana Carte yang dilaksanakan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

Tinggalkan Balasan