2020-07-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka menjaga kontinuitas distribusi gas bumi yang andal setelah Central Processing Event (PPC) di daerah blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Bumi Jawa (PPGJ), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan distribusi gas alam terkompresi (PGN) CNG) gas alam menggunakan teknologi GTM (Modul Transportasi Gas) atau truk Gaslink untuk memastikan pasokan biogas domestik di wilayah Semarang. M3 per hari, Blora total 280-300 M3 per hari. Mempertimbangkan bahwa kedua area dipengaruhi oleh insiden CPP Gundih, dan aliran udara berhenti. “Tempat pelanggan normal. Nyala di kompor pelanggan tetap normal dan belum surut. Tapi ini hanya sementara sampai PPC Gundih kembali normal karena proses perbaikan belum dilakukan. Tidak selesai,” kata penanggung jawab Heri Frastiono. Wilayah penjualan PGN Semarang (16/4/2020).

Heri juga menambahkan bahwa dalam keadaan darurat COVID-19 saat ini, “Konsumsi gas alam di Semarang meningkat dua kali lipat. Pada bulan Februari, konsumsi gas alam di Semarang mencapai 25.000 M3. Kemudian meningkat menjadi 53.000 M3. Terlepas dari beberapa insiden, terakhir kali, kami mencoba memastikan bahwa kebutuhan gas alam masyarakat terpenuhi, “katanya.

Dalam rangka memenuhi pasokan gas bumi di Semarang, PGN memiliki dua sumber gas alam. -Untuk wilayah Semarang sendiri, gas bumi disediakan oleh sumber gas CNG. (Compressed natural gas) di Jawa Timur dan Jawa Barat didistribusikan oleh pipa distribusi gas bumi di Tambak Aji-Wijaya Kusuma. Untuk Blora.

“Kami memastikan bahwa dua sumber gas alam ini akan terus berkembang dengan lancar sampai mereka didistribusikan kepada masyarakat,” tambah Heri.

Tinggalkan Balasan