2020-07-20 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Badan Pangan Dunia, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) sedang mengembangkan rencana untuk menangani kemungkinan krisis pangan global. -Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian (Mentan) mengatakan bahwa rencananya adalah memimpin kampanye yang bertujuan mempercepat penanaman pada saat yang sama, dan kemudian menyediakan fasilitas produksi, menyediakan dana dari KUR ke perusahaan pertanian, dan memberikan bantuan modal usaha kepada petani kecil .

“” Tujuan kami adalah meningkatkan produksi pangan sekitar 7%. Menteri Pertanian harus mengatakan dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta dengan Menteri Luar Negeri pada hari Kamis (4/6) bahwa ini harus dilaksanakan dengan menggunakan kebijakan yang telah dirumuskan. Ada 11 makanan pokok yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Sebelas jenis termasuk beras, jagung, bawang merah, bawang putih, lada merah, cabai rawit, daging sapi, ayam, telur, gula dan minyak goreng.

Menurutnya, untuk melaksanakan semua kebijakan ini, pemerintah telah mengembangkan dalam tiga tahap.

Fase pertama adalah rencana jangka pendek dan menengah, dan fase ketiga adalah rencana jangka panjang.

“Kebijakan dan rencana diharapkan, dipercepat dan didedikasikan untuk mengelola kerusakan yang disebabkan oleh virus Covid-19, tetapi masih dalam koridor kebijakan dan rencana yang dirancang dalam rencana strategis Kementerian Pertanian,” katanya.

Sudah diketahui bahwa Kementerian Pertanian telah menerapkan sejumlah kebijakan dan rencana untuk meningkatkan produksi sesuai dengan visi pertanian untuk tahun 2020-2024. — Visi ini mencakup realisasi pertanian maju, mandiri dan modern berdasarkan prinsip saling membantu. (*)

Tinggalkan Balasan