2020-07-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Provinsi Gorontalo sekali lagi bekerja keras untuk mengekspor jagung sebagai salah satu makanan pokok regional utama. PT Seger Pangan Sejahtera berencana untuk mengekspor 12.000 ton jagung untuk tujuan Filipina.

“Alhamdulillah, pada tahap awal, kedua kapal mengekspor 12.000 ton langsung ke Filipina. Permintaannya besar dan harganya juga sangat bagus. US $ 276 per ton,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Perusahaan tersebut dalam kondisi persiapan perusahaan di Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubula, Kabupaten Gorontalo, Selasa ini (2/6/2020). Produsen jagung masih mempertahankan produktivitas. Hingga April 2020, total produksi jagung di Gorontalo adalah 592.767 ton. Terus mendistribusikan berbagai bahan pembantu benih kepada petani, 106.194 hektar.

“Harga jagung dipanen dari petani juga tetap sama. Kami telah membuat keputusan tentang harga jagung dari petani, harga per kilogram adalah Rp3.150 dan kadar air 17%. Bisnis ini telah menghabiskan Rp3.300 Ketahanan ekonomi kita. Oleh karena itu, bahkan jika sekarang dinobatkan, jagung sangat baik, tetapi orang-orang terus menanam dan memanen jagung

Kita tahu bahwa karena harga asing yang relatif rendah, jagung di provinsi Gorontalo tidak diekspor pada 2019. Untuk memenuhi permintaan domestik, produksi jagung antara kedua pulau meningkat 1.820.830 ton pada 2019. (*)

Tinggalkan Balasan