2020-07-20 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah sekali lagi mengingatkan para gubernur dari berbagai negara di Indonesia untuk menerapkan kebijakan untuk mencegah penyebaran dan penanganan kasus COVID terkait -19 di lingkungan kerja masing-masing daerah. Gubernur. “Kami meminta perusahaan untuk bekerja keras untuk mencegah penyebaran dan perawatan kasus COVID-19 yang terkait di lingkungan. Menaker Ida mengatakan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Gubernur dan yang lainnya memimpin dan mengawasi kerja undang-undang dan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja Implementasi (K3); Penyebaran informasi ke semua tingkatan organisasi dan pihak terkait di bidang bimbingan dan pengawasan

Baca: Sikap terhadap pecahnya Corona, Menaker untuk sementara waktu menghentikan penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri

Baca : Menaker Ida mengeluarkan pemberitahuan tentang perlindungan pekerja COVID-19 dan kelangsungan bisnis

“Kami meminta gubernur untuk mendaftar dan melaporkan setiap kasus COVID-19 atau kasus yang dicurigai di tempat kerja ke agen terkait, dan mengundang para pemimpin bisnis Diperkirakan bahwa COVID-19 akan diadopsi terhadap pekerja / pekerja dengan mengambil langkah-langkah pencegahan, “kata Menaker Ida.

Langkah-langkah pencegahan termasuk memasukkan perilaku hidup bersih dan sehat ke dalam rencana K3, mengizinkan Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan Mengoptimalkan fungsi layanan dan kesehatan kerja.

“Kami juga mendorong setiap direktur perusahaan untuk segera menyiapkan rencana persiapan dan kontak dengan COVID -19 untuk meminimalkan risiko penyebaran di tempat kerja dan menjaga kelangsungan bisnis. Kata Menda Ida.

Menaker Ida tidak hanya melakukan ini, ia juga meminta setiap pemilik bisnis untuk membimbing pekerja / pekerja untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti pendidikan pekerja COVID-19 (penyebab, gejala, transmisi dan pencegahan); tetap bekerja Lingkungan bersih, dan fasilitas mencuci tangan dalam bentuk air leding dan sabun cair atau pembersih tangan disediakan di area pekerjaan umum seperti pintu masuk, lift, toilet, dll.

“Kami juga meminta setiap manajer bisnis untuk membuat rencana mempersiapkan perusahaan untuk penyakit ini. Dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah penyebaran COVID-19 kasus di lokasi kerja, “katanya. Itu ditangani sesuai dengan standar kebersihan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan. (*)

Tinggalkan Balasan