2020-07-19 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Wilayah Rentan dan Imigrasi (Mendes PDTT) menyatakan pentingnya model penyelesaian masalah bagi desa. Menurutnya, jika masalah yang terjadi di desa tidak terlalu berat atau terlalu besar untuk dipecahkan di desa, maka hukum mungkin tidak selalu dijadikan rujukan.

Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) atau yang biasa dikenal dengan sebutan Menteri Gus menjelaskan metode penyelesaian masalah di desa, dan kemudian masalah tersebut dapat diselesaikan di desa, dan Tidak perlu menggunakan saluran hukum. Oke, ketika saya masih kecil. Misalnya, jika ada pencuri ayam atau pencuri ayam, tidak perlu membawanya ke kantor polisi atau sel tempat kantor polisi dimasukkan. Apakah sel itu sederhana? Dia mengatakan bahwa ini cukup untuk diselesaikan melalui sanksi sosial di desa. Ini biasanya diputuskan oleh kepala desa, karena ia memiliki daya tarik, kemampuan, dan wewenang yang luar biasa, sehingga keputusannya diterima oleh seluruh masyarakat. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ini adalah apa yang saya sebut model penyelesaian masalah untuk desa-desa tertentu.

Menteri Gus percaya bahwa desa memiliki solusi mereka sendiri di bawah perhatian nasional untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Sejauh mungkin, desa menyelesaikan masalah penghuninya melalui adat dan budaya masing-masing desa

Oleh karena itu, Menteri Gus berharap bahwa konferensi budaya desa 2020 dapat berkontribusi pada refleksi budaya baru. Menteri Gus menyimpulkan: “Saya berharap konferensi ini akan menjadi kekuatan pendorong yang sangat penting untuk perubahan masa depan dan penguatan desa-desa budaya.” Studio Inovasi Pedesaan menyelenggarakan Budaya Pedesaan 2020, Rabu (01/01/20/20) Majelis Umum. (*)

Tinggalkan Balasan