2020-07-19 |  Kilas Kementerian

Pandemi di Medan TRIBUNNEWS.COM-19 tidak membuat Balai Pengembangan Kerja Medan (BBPLK) tidak melakukan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.

Salah satunya menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Reaktivitas Covid-19 (PBK) untuk memasak profesional dan roti, yang dibuka pada Kamis (2020/9/7).

“Para peserta pelatihan adalah Muhammad Ali, kepala pekerja pariwisata BBPLK Medan, mengatakan dalam siaran pers:” Industri yang terkena dampak pandemi Covid-19. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan memberikan manfaat bagi pekerja magang, tetapi juga untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi.

Di awal latihan, Muhammad Ali menjelaskan bahwa PBK Tanggap Covid-19 memiliki dua tujuan. Dengan kata lain, dengan meningkatkan kapasitas staf hotel / restoran yang diberhentikan dan dengan memperoleh distribusi makanan dari hasil pelatihan, beban pada masyarakat yang terkena dampak Covid-19 berkurang. Setelah pandemi Covid-19, SDM akan menyambut kebangkitan industri pariwisata Indonesia.

“Kami yakin bahwa industri pariwisata akan pulih setelah berakhirnya pandemi. Oleh karena itu, kita harus hati-hati menyiapkan sumber daya manusia pariwisata untuk dapat menerapkan standar kinerja yang lebih tinggi dalam pekerjaan mereka,” Ali .— Pelatihan respon -Covid mencakup 8 paket perangkat lunak untuk total 10 hari kerja. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, Muhammad Ali menegaskan bahwa peserta harus mengikuti standar peraturan higienis sesuai dengan rekomendasi pemerintah.

“Produk yang dibuat dalam bentuk makanan pokok dan berbagai roti,” kata Muhammad Ali: “Kue olahan akan didistribusikan di pondok pesantren, panti asuhan dan masyarakat di Medan dan sekitarnya.

Alam Priyatner, salah satu staf magang di Graha Kadopa Hotel, mengatakan bahwa PBK adalah untuk semua peserta dalam pandemi ini.

Kecuali sebagai fasilitas untuk menyelesaikan acara Satu, peserta juga dapat menggunakan peralatan yang sangat modern untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memasak dan membuat kue.

“Terima kasih telah mengatur program pelatihan kerja sama ini dengan Menteri Sumber Daya Manusia”, katanya. (*)

Tinggalkan Balasan