2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah telah mengumpulkan data nasional tentang koperasi dan UMKM secara nasional sebagai tanggapan terhadap dampak epidemi COVID-19 pada upaya KUMKM.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mengatakan di Jakarta, Senin (16/3) / 2020) bahwa ia sangat menyadari bahwa penyebaran COVID-19 dapat memiliki dampak ekonomi pada keberlanjutan koperasi, mikro, Usaha kecil dan menengah (KUMKM).

“Kami sepenuhnya memahami bahwa ini akan berdampak signifikan pada keberlanjutan bisnis KUMKM kami,” kata Teten Masduki.

Oleh karena itu, untuk memetakan dampak COVID-19 pada KUMKM, koperasi dan Kementerian UKM mengumpulkan data secara nasional. Teten mengatakan: “Dalam kasus kesulitan bahan baku, gangguan proses produksi atau penurunan tajam permintaan pasar, tolong laporkan status perdagangan Qum. Dia mengatakan:” keberlanjutan KUMKM. “Sen-Jum ara menelepon call center 1500-587 dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore,” katanya.

Teten juga mengundang koperasi dan UKM Indonesia untuk tetap optimis, tetapi selalu tetap waspada. (*)

Tinggalkan Balasan