2020-07-19 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-mendukung persiapan untuk penerapan Sistem Pemisahan Lalu Lintas (TSS), yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2020, untuk meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan publik dan maritim akan transportasi laut dan keselamatan dan keamanan transportasi untuk melindungi perairan Indonesia, Terutama lingkungan laut di sekitar Selat He. Dan selat Lombok. Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Administrasi Umum Teknologi Pos dan Informasi melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim, dan Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi memastikan penyebaran dan penyebaran informasi sehingga selama pelaksanaan TSS, masyarakat dan pemangku kepentingan menerima TSS yang relevan Informasi yang valid untuk keputusan-Keputusan ini didasarkan pada hasil pertemuan ke-101 Komite Keselamatan Maritim (MSC) dari Organisasi Maritim Internasional (MSC). Pemerintah Indonesia telah membentuk zona pemisahan TSS di Selat Sun Ta dan Selat Lombok, Area karantina akan secara resmi diterapkan pada 1 Juli 2020.

Penerbitan IMO Colreg juga memperkuat poin ini. 2 putaran 74 dan SN.1-Circ. 337 membahas implementasi TSS dan langkah-langkah perutean terkait di Selat Lombok dan Selat Lombok. Selain itu, Peraturan Presiden No. 16 tahun 2017 juga menetapkan ketentuan TSS, yang berkaitan dengan kebijakan maritim Indonesia, terutama mengenai keselamatan transportasi laut dan perlindungan lingkungan laut di kedua sisi Selat Sunda dan Selat Lombok. Kebijakan perlindungan. “” Kami bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengirim pesan SMS ke pengguna seluler di Lampung, Serang, Bali, dan Nusa Tenggara Barat karena media telekomunikasi (penyiaran SMS) dianggap Adalah salah satu media media paling penting yang digunakan untuk menyebarkan informasi terkait kebijakan yang diajukan oleh pemerintah Indonesia, “kata navigator Hengki Angkasawan di Jakarta pada Selasa 6/30. Hengki mengatakan bahwa pada tahap pertama, penyiaran SMS dan TSS Pelaksanaan selat terkait di dan selat Lombok selesai pada Januari 2020, dan pengiriman fase kedua diharapkan akan dilakukan dari 30 Juni 2020 hingga 2 Juli 2020. -Selain itu, “kami juga akan menyebarluaskan Dengan pesan sistem identifikasi otomatis (AIS) yang dikirim melalui stasiun layanan lalu lintas kapal (VTS) untuk memastikan keamanan transportasi laut. Siaran melalui radio SMS, yaitu: “TSS Selat Sun He dan Selat Lombok mulai berlaku pada 1 Juli 2020. Prioritas diberikan pada informasi keselamatan dan pengawasan dari VTS Merak dan VTS Benoa. Informasi: https://bit.ly/ 34FOC2y ‘

Untuk memastikan keabsahan pesan yang disampaikan dan menghindari orang yang tidak bertanggung jawab, Hengki menjelaskan bahwa ini adalah pesan singkat yang dikirim dengan KEMENHUB sebagai pengirim .– Siaran SMS diharapkan relevan bagi publik dan tertarik Informasi yang ditransmisikan oleh masyarakat dapat diterima dengan baik, sehingga berbagai departemen pemerintah, pemangku kepentingan yang relevan, dan masyarakat dapat mendukung implementasi mereka, sehingga implementasi TBS di Sun Channel dan Lombok Channel dapat bekerja dengan baik. (*)

Tinggalkan Balasan