2020-07-17 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Jakarta Tim Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, secara langsung memantau call center Departemen Koperasi dan UKM.Pusat koperasi ini mengeluhkan epidemi Covid-19 yang mempengaruhi operasi koperasi dan UKM. Menteri Teten Masduki ingin memastikan bahwa agen call center siap menerima laporan dari UKM.

Koperasi dan Departemen UKM membuka hotline melalui pusat panggilan Senin (16/3/2020) selama jam buka dari jam 8:00 sampai 3:00 siang dari hari Senin hingga Jumat. WIB. Call center digunakan untuk menemukan kondisi bisnis koperasi dan perusahaan kecil dan menengah yang terkena dampak epidemi virus Covid-19.

“Sejauh ini, call center telah menerima berbagai laporan dari perusahaan kecil dan menengah. Beberapa orang mengeluh tentang penurunan permintaan, beberapa orang tidak berani memulai perusahaan, karena mereka takut orang akan takut akan interaksi langsung, dan beberapa orang telah merusak barang. Distribusi dan berbagai keluhan lainnya, “Menteri Teten Masduki mengatakan dalam tinjauan call center pada Selasa (17/3/2020).

Baca: Kemenkop-UKM bekerja sama dengan negara dan merespons UMKM COVID-19

Menteri Teten Masduki menekankan bahwa pemerintah sadar akan dampak virus Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengumpulkan data agar bertindak cepat untuk menjaga kelangsungan bisnis para pengusaha UMKM. Dikatakan bahwa semua data yang dimasukkan melalui call center akan dipetakan terlebih dahulu dan kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah setempat untuk memberikan solusi sesegera mungkin.

“Untuk memahami dan lebih memahami situasi koperasi dan UKM, kami telah membuka jalur langsung 1500-587 dan WA: 08111-450-587 informasi khusus. Kami akan terus mengonfirmasi dan secara aktif bekerja dengan wilayah pemerintah dan Berkoordinasi secara regional. Pemangku kepentingan lainnya, “kata Menteri Teten Masduki, yang mendorong semua pihak untuk berperan aktif.

Baca: Kemenkop-UKM menekankan pentingnya media massa dalam meningkatkan citra koperasi

“Saya menelpon dan mengatakan bahwa kami masih menjaga kebersihan. Cuci tangan dengan rajin. Bila memungkinkan, menjaga jarak dari masyarakat adalah Kemungkinan. UKM juga menyediakan pembersih tangan di tempat komersial, dan karyawan dapat menggunakan sarung tangan karet dan masker. Saat ini kami sedang melaksanakan berbagai rencana dan melakukan yang terbaik untuk merencanakan, kami terus mendorong pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah di Indonesia, Selalu waspada dan optimis. Tetap sehat dan tenang. Kami siap bersama, “kata Teten Masduki. (BJN *)

Tinggalkan Balasan