2020-07-16 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Tenaga Kerja telah memberdayakan pekerja yang telah dipecat dan diberhentikan melalui rencana intensif infrastruktur (rencana tersebut dikemas sebagai kegiatan semprotan desinfektan). Selain membantu mencegah penyebaran Covid-19, rencana itu juga membantu menyelamatkan pekerja yang mubazir atau diberhentikan. Jumat (8/5/2020) .

“Kementerian Tenaga Kerja telah mengimplementasikan rencana rutin yang membutuhkan padat karya dan infrastruktur-intensif. Rencana itu tidak umum, tetapi tergerak untuk menyemprotkan desinfeksi di kawasan industri atau pedesaan Menaker Ida berkata: “Orang-orang yang menyemprot adalah teman yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena mereka dipecat atau dipecat. “960 orang dan pekerja di sektor formal merumahkan 375.165 orang. Sektor informal yang terkena dampak Covid-19 adalah 314.833. Jumlah total pekerja formal dan informal yang terkena dampak Covid-19 adalah 1.722.958 .

” Ini semua Ini adalah data yang jelas, termasuk nama dan alamat, dan dilengkapi dengan NIK KTP. 1,2 juta pekerja lainnya menerima perawatan selama periode verifikasi dan konfirmasi. Aida mengatakan: “Akibatnya, total sekitar 3 juta pekerja akan terpengaruh.” Menaker menjelaskan bahwa melalui kegiatan penyemprotan desinfektan ini, pekerja yang diberhentikan dan diberhentikan akan diganjar oleh Kementerian Tenaga Kerja. -Saat ini, kegiatan ini hanya dilaksanakan di Jabodetabek, karena pemerintah masih memberlakukan pembatasan pada daerah di luar kawasan.

“Mari kita terus berdoa, semoga pandemi Covid-19 akan segera berakhir,” kata Menaker.

Menaker juga merekomendasikan agar masyarakat tetap bersih, kecuali ada kebutuhan mendesak, jika tidak tinggalkan rumah dan jaga jarak Anda.

“Tubuh individu tidak bisa dekat, dan hati harus dekat untuk menjaga hubungan intim,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan