2020-07-16 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Anggota Komite DPR RI IV Mohammad Ichsan Firdaus mengundang semua pemangku kepentingan untuk menjaga kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Untuk menteri, mengurus hidupnya membutuhkan 267 juta makanan Indonesia. Selain itu, sektor pertanian tahun ini menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah diatasi. -Yi Qisang mengatakan pada persidangan: “Sejauh ini, kinerja harus mendapat dukungan dari semua departemen terkait, dari level satu ke level dua, dll.”. Diselenggarakan di Kongres Jakarta pada hari Selasa, 30 Juni 2020.

Ichsan mengatakan bahwa rencana yang saat ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian masih perlu disesuaikan. Apalagi saat ini, anggaran Kementerian Pertanian sangat terbatas. -Pada saat yang sama, Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, mengatakan bahwa manajemen pertanian pada periode Mentan Syahrul sangat berbeda dari manajemen pertanian di masa lalu. Dia mengatakan bahwa Syahrul telah berhasil mengubah pemikiran baru terkait pertanian Indonesia.

“Kuncinya terletak pada penyuluhan pertanian. Agen penyuluh saat ini juga berbeda dari sebelumnya. Perlu ditingkatkan agar penyuluh juga memiliki lebih banyak pengetahuan pertanian,” katanya. Selain itu, Didi mengatakan bahwa jika petani mendapatkan saran dan membantu langsung di lapangan, hasilnya akan meningkat. Karena itu, peningkatan output terus berada di posisi positif.

Pada kesempatan yang sama, Momon Rusmono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, mengumumkan bahwa rencana dan target produksi Kementerian untuk tahun 2021 akan terus meningkat.

“Rencana penahanan adalah Kementerian Pertanian. Dia berkata:” Ini untuk kepentingan rakyat. Menurut instruksi Menteri Pertanian Yaluer, makanan nasional tidak perlu dipertanyakan.

Harap dicatat bahwa peserta RDP adalah Prihasto Setyanto, Direktur Departemen Hortikultura, Suwandi, Direktur Biro Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Direktur Biro Infrastruktur dan Fasilitas. Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, dan Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian.

Tinggalkan Balasan