2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengucapkan terima kasih kepada Etty Bint Toyib, seorang pekerja imigran Indonesia atas hukuman mati seorang buron dari Arab Saudi. Sebagai pemerintah, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan partisipasi mereka, terutama dukungan keluarga NU yang diperoleh melalui LAZISNU, ”kata Menaker Ida ketika menerima Etty dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6). / 7/2020 ) .— Menurut jawaban Etty, kepala BP2MI Benny Ramdhani; Wakil Ketua Konsultasi Rakyat Indonesia Jazilul Fawaid; Anggota Komite Kesembilan House Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh. Perwakilan Arab Saudi, Indonesia Komunitas dan pembelaan sangat penting untuk pembebasan Etty dan kembali ke Indonesia.

“Saya pikir ini adalah pekerjaan kami atas nama seorang teman untuk membela Ms. Etty. Pada akhirnya, ini gratis dan harus membayar biaya Diat. Diat dibangun untuk mendukung seluruh komunitas, termasuk memahami teman. Pendukung Komite Kesembilan juga mengatakan: “Kata Aina Menak.” Sudah diketahui bahwa Etty Bint Toyyib adalah PMI Majalengka di Jawa Barat, Hukuman mati lolos dari Arab Saudi karena tebusan 4 juta real atau Rs 15,5 miliar.

Etty Toyyib adalah PMI yang bekerja di Taif, Arab Saudi. Pada tahun 2001, Etty dituduh menyebabkan kematian atasannya Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni majikannya.

Kali ini, Menaker Ida mengumumkan komitmennya untuk terus mengadvokasi PMI yang mengalami masalah.

Dia juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, partai politiknya akan menerima PMI yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia dan akan segera pulang.

Tinggalkan Balasan