2020-07-15 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Indonesia telah muncul di arena maritim global, menjadi saluran pulau pertama di dunia di kepulauan tersebut, Pulau Sun dan Selat Lombok telah membentuk negara pulau sistem isolasi lalu lintas (TSS) (setelah penciptaan TSS) oleh Organisasi Maritim Internasional (TSS) Organisasi Maritim (OMI) dirilis pada Juni 2019 dan mengeluarkan IMO COLREG.2-CIRC.74 dan SN.1CIRC.337 pemberitahuan tentang penerapan sistem isolasi lalu lintas dan sistem terkait di Sun Channel dan Lombok Saluran mengukur Selat.-Mulai 1 Juli 2020, TSS di Selat Thar dan Selat Lombok akan segera diimplementasikan.

Baca: Strategi untuk mengelola keuangan Anda untuk UMR yang digaji

Sukses adalah hasil kerja keras Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah departemen manajemen maritim IMO, yang bersaing untuk Selat Sunda di bidang maritim global Posisi Pro TSS dengan Selat Lombok selama lebih dari dua tahun.

Transportasi laut Kementerian Perhubungan telah membuat banyak persiapan untuk penerapan TSS di Selat Sun Ta dan Selat Lombok, mulai dari aspek navigasi dan penegakan hukum. Dengan kata lain, Indonesia sedang bersiap untuk mengimplementasikan SST di Selat Sun Ta dan Selat Lombok. Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus Purnomo menyampaikan berita itu di Jakarta pada hari Kamis, 18/6.

Di masa lalu, Indonesia, Malaysia dan Singapura semua memiliki TSS di Selat Malaka dan Singapura. Namun, TSS Selat Malaka dan Selat Singapura memiliki pengaturan yang berbeda karena mereka milik tiga (tiga) negara, sedangkan TSS Selat Sun dan Selat Lombok hanya Indonesia, dan mereka memiliki hak untuk mengawasi mereka. Hal ini menjadikan Indonesia negara kepulauan pertama di dunia yang dilegalkan oleh IMO dan memiliki TSS di ALKI (Jalur Laut Kepulauan Indonesia) I dan ALKI II.

Baca: Kemenhub dan PT Sarana Abadi Lestari setuju untuk menerima perjanjian umum dari perjanjian konsesi terminal

Dalam waktu dekat, Administrasi Transportasi Maritim akan mengatur patroli polisi di area keselamatan lalu lintas Selat Sun Ta dan Selat Lombok TSS Salah satu latihan adalah latihan simulasi. Tujuan dari kegiatan desktop ini adalah untuk merancang kapal patroli KPLP yang akan diadakan pada 23 Juni 2020 di selat desain untuk merancang komunikasi dan perjalanan kapal-kapal milik negara dan untuk melatih patroli penegak hukum di bidang keselamatan jalan. Formasi basah dilakukan pada tanggal 27. Sun Pat Strait dan Lombok Strait melakukan operasi dan prosedur penegakan hukum, serta koordinasi yang sistematis dan terintegrasi. Tidak hanya dalam Administrasi Umum Urusan Maritim, tetapi juga antar lembaga yang memiliki kekuatan sesuai dengan hukum.

Baca: Adaptasi normal baru, Kementerian Perhubungan mengawasi transportasi laut Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

KPLP juga sedang mempersiapkan program sistem operasi (SOP) di area selam atau transportasi Sun Channel ) Patroli dan penegakan hukum melindungi Selat Lombok dengan mengerahkan personel patroli KPLP dan stafnya. Sarana navigasi dan navigasi (SBNP), pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) STM dan persiapan instruksi navigasi. Biro navigasi juga melakukan kegiatan sosial untuk penerapan SST di Selat Sun Ta dan Selat Lombok dan penyebaran informasi melalui penyiaran AIS dan SMS Blast. Kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia. “Oleh karena itu, Indonesia siap melayani masyarakat laut dunia selama implementasi selat lain dan selat Lombok pada 1 Juli 2020. Ini adalah peran aktif dan kontribusi nyata dari Kementerian. Transportasi untuk mendukung keselamatan dan keamanan global Dan menjadikan Indonesia saluran pelayaran global, “pungkas direktur pelaksana Agus.

Tinggalkan Balasan