2020-07-15 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa volume ekspor telah meningkat dalam satu tahun terakhir. Kenaikan ini bahkan cukup besar, yaitu 7,47%. Untuk ekonomi Indonesia, terutama selama epidemi Covid-19, ini adalah angin segar.

“Dari 2019 hingga Maret 2020, ekspor kita meningkat 7,47%. Dibandingkan dengan tahun lalu, ini terjadi,” kata Direktur Biro Karantina Kementerian Pertanian. Ali Jamil, didampingi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menerbitkan laporan tentang ekspor produk pertanian ke sembilan gerbang kapal utama, Kamis (30/4/2020). Ekspor berasal dari empat sub-sektor utama, seperti perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Di antara keempat hal ini, peningkatan yang telah terjadi mencapai sekitar 12 triliun rupee.

Baca: Kementerian Pertanian mendukung partisipasi tanah dari perusahaan milik negara dalam pertanian

Menurut pencapaian pertanian, produk hortikultura meningkat 30%, industri penanaman meningkat 26%, peternakan meningkat 16%, dan produksi pangan meningkat 14%. – Ali mengatakan bahwa alasan peningkatannya adalah bahwa komoditas ekspor tidak lagi muncul dalam bentuk bahan mentah, tetapi telah diubah menjadi makanan berkualitas tinggi yang disukai oleh masyarakat internasional. -Dia berkata: “Ini berarti bahwa sekarang kita tidak hanya mengirim kelapa, tetapi juga mengirim serat, dan telah diubah menjadi produk yang berkualitas. Untuk alasan ini, kita sekarang bergerak menuju industri pengolahan.”

Seperti yang Anda ketahui, Barang yang diekspor ke 9 pelabuhan masuk dikirim ke 43 negara di benua Afrika. Asia dan Eropa. Meskipun jumlah produk pertanian yang dikirim adalah sekitar 166, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan bahwa sektor pertanian adalah solusi utama untuk menghindari krisis darurat koroner. Karena itu, Menteri Pertanian mewajibkan peserta di sektor pertanian untuk terus memproduksi dan memenuhi kewajibannya, yaitu mengurangi pangan nasional. Baca: DPR meminta Kementerian Pertanian untuk memulihkan pasokan benih dan kegiatan benih- “Dari Januari 2020 hingga Maret 2020, nilai menyelamatkan ekonomi sebesar $ 100,7 triliun. Oleh karena itu, sektor pertanian adalah solusi mutlak, dia Kesimpulannya, terutama dalam situasi saat ini.

9 gerbang keluar dirilis, termasuk Lampung, Sukarno Hatta, Semarang, Bellawan, Surabaya, Tanjung Priok, Denpasar, Balikpa Dewan dan Makassar Penerbitan online dilakukan dengan mengirimkan sertifikat elektronik dari otoritas karantina pertanian Indonesia ke Belanda dan menandatangani kemitraan Barantan dengan PT ATT (sebagai mitra distribusi resmi Alibaba). Bekerja sama dalam bentuk aplikasi pemetaan ekspor terintegrasi. Imace adalah milik Barantan dan milik IndonesiaHub. Ini akan diluncurkan di media pada bulan Juni 2020 sebagai pusat untuk produk termasuk ekspor pertanian. (*)

Tinggalkan Balasan