2020-07-15 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Untuk memperingati kelahiran Pancasila, Menpora Zainudin Amali, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Kementerian Pemuda melalui Konferensi Pemuda dan konferensi video Kementerian Pemuda, mengadakan pertemuan terbuka kaum muda yang diselenggarakan oleh Kepulauan Pemuda Maritim (MMN). Senin (1/6/2020) siang.

Dalam proses persiapan berkesinambungan untuk era normal baru, kegiatan aktif di era digital diketuai oleh pendiri dan presiden kaisar utama MMN, dengan tema “Konstitusi Pancasila dan Pemuda di Laut Zaman Digital”.

Menteri Pemuda dan Olahraga menekankan dalam pengantar bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh anak-anak, terutama kaum muda, di negara ini tidak boleh dipisahkan dari Pancasila. Mongbola berkata: “Pancasila mengucapkan selamat berlibur, Selamat Hari Pancasila, apa pun yang kita lakukan, tidak dapat mencapai kesepakatan akhir dengan ideologi negara dan negara (yaitu Pancasila). “Mumbola menyambut semua peserta, dengan total 447 peserta.

Menteri Pemuda dan Olahraga juga menyatakan penghargaan untuk konsep MMN dan menyampaikan informasi berharga. Menurut informasi ini, era digital atau milenium Usia tahun harus beradaptasi dengan cepat, bahkan jika itu tidak ditinggalkan atau dipinggirkan.

MMN dapat memberikan empat kontribusi sambil meningkatkan kemampuan digital, yaitu, mengawasi implementasi peraturan maritim, pendidikan, pelatihan dan literasi maritim bagi masyarakat , Untuk mempertahankan budaya maritim dari kearifan dan otoritas masyarakat setempat. Pemberdayaan sumber daya laut dan sumber daya manusia.

“MMN terus berlokasi di Pancasila dan dapat dipantau, misalnya, kepada pihak berwenang terkait jika terjadi pelanggaran maritim Juga penting untuk melaporkan dan memberikan pendidikan kepada publik. Misalnya, jangan melemparkan menteri pemuda dan olahraga mengatakan: “Sampah di lautan akan mencemari lingkungan, dan kreativitas digital dapat digunakan di sini.” Semoga, MMN tidak akan menahannya di sini Dari webinar itu, ia menambahkan: “Tindakan lanjutan dapat diambil, yang dapat dikombinasikan dengan Program Pemuda Prioritas Remaja yang akan segera dilaksanakan.” Di akhir webinar ini, Faisal Abdul Faisal Abdullah mengatakan beberapa kata terakhir yang harus dipertimbangkan bersama: masalah kelautan kaum muda masih merupakan masalah yang perlu dihargai tinggi. Perjuangan maritim. Dia menyimpulkan: “Tiga perempat wilayah kami adalah samudra, dan sektor tenaga kerja yang harus diolah harus besar di sana. Tanpa upaya kami, tidak akan ada keadilan sosial.”

Berpartisipasi dalam webinar pemuda ini pertemuan. Kali ini staf pemuda Venno Tetelepta, TAM Syamsul Qamar dan I Gusti Putu Rake, asisten asisten pengembangan kapasitas pemuda. (*)

Tinggalkan Balasan