2020-07-14 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Setelah Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran SE 12 tahun 2020, surat edaran tersebut melibatkan instruksi pelaksanaan untuk komunitas produksi dan keselamatan orang-orang yang bernavigasi di laut untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan pandemi Kavidi 19, epidemi Ini adalah pelopor Departemen Transportasi Maritim Kuwait yang memantau transportasi laut untuk membantu memobilisasi masyarakat di daerah miskin, terpencil dan paling penting, terutama di Indonesia timur. Salah satunya adalah memulai Pioneer KM. Pada hari Minggu (14/6), Sabuk Nusantara 29 yang dikirim dari pelabuhan Biak mengangkut 239 orang ke pelabuhan Jayapura. Menurut Oktovianus C. Karubaba, kepala Otoritas Pelabuhan dan Kantor Kelas III Biak (KSOP), selama periode adaptasi dengan kebiasaan baru ini, bisnis transportasi laut di pelabuhan Biak masih menggunakan Covid- 19 SOP protokol berbasis kesehatan, seperti menjaga jarak, mengenakan topeng dan mencuci tangan sesering mungkin untuk menjaga kebersihan. Tes inspeksi cepat, penyemprotan desinfektan pada kapal, memeriksa dokumen penumpang sesuai kebutuhan, dan harus dilengkapi dengan sertifikat perjalanan kelompok kerja Covid-19 Biak Numfor, kartu kuning, dan surat pemeriksaan kesehatan dari petugas kesehatan dan kesehatan. Biro Kesehatan Pelabuhan Biak mengatakan: “Kata Oktavianus. – Selain itu, kapal perintis KM Belt Nusan tara 29 juga disertai oleh personil dari Provinsi Papua, termasuk 2 (dua) dokter, 4 (empat) ) Layanan kru dari Provinsi Papua, 4 kru Biak Numfor Satpol PP dan 4 kru Fajar Lintas Biak.

Dia menambahkan bahwa tidak hanya para penumpang yang dengan cepat diuji, tetapi semua ABK KM Sabuk Nusantara 29 juga telah melakukan tes cepat. Tes ini dilakukan oleh departemen kesehatan setempat.

“Dalam hal ini, kami sarankan agar semua pihak, personel darat, ketika melakukan transportasi laut di pelabuhan Biak, Operator dan masyarakat kapal akan bersama-sama menghilangkan semua disiplin ilmu untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini untuk menerapkan program kesehatan. “Pastikan Covid-19 menjaga aktivitas transportasi tetap lancar,” tutup Oktavianus.

Tinggalkan Balasan