2020-07-14 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Winarno Tohir, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalusia (KTNA) mendukung penggunaan teknologi dan mekanisasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) untuk meningkatkan kinerja produksi. Menurutnya, teknologi adalah alat yang sangat diperlukan yang dapat membuat pertanian Indonesia lebih maju, mandiri dan modern.

“Saya pikir langkah ini sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo. Ini berarti bahwa teknologi yang digunakan sangat seimbang dengan kegiatan budidaya. Ini adalah langkah yang baik karena teknis dan makanan Permintaan berjalan seiring, “kata Winarno, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, Winarno mengatakan bahwa KTNA juga mengapresiasi pengembangan Pusat Data Mulut Perang Pertanian (AWR), yang dapat digunakan untuk kondisi dan potensi lahan pertanian di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, Kementerian Pertanian telah menetapkan komando kelembagaan dari Strategi Pengembangan Pertanian (Kostratani) di setiap kabupaten. Dia mengatakan: “AWR dan Kostratani adalah dua perangkat masa depan yang akan mengubah wajah pertanian Indonesia di dunia.” Namun, Winarno juga berharap bahwa pemerintah akan memberikan lebih banyak perhatian dan perlindungan khusus kepada petani. Dia ingin mereka tetap sehat, bahkan jika mereka harus diproduksi dalam situasi pandemi. “Saya yakin Costellani, melalui konsultannya, akan dapat membantu sambil melindungi petani dari ancaman pandemi korona. Jadi tolong ingat. Kami akan bekerja bersama untuk menjaga persediaan makanan. Kemudian, mari kita gunakan momentum panen ini sebagai cara untuk mencapai swasembada.

Menurut informasi, menurut perkiraan produksi sebelumnya dan data lain, stok beras Indonesia saat ini sekitar 6 juta ton. Berdasarkan konsumsi negara itu hanya sekitar 7,9 juta ton, ada 11 juta ton stok kerja di dunia – – Oleh karena itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan beberapa optimisme tentang pasokan beras tahun ini. Dia juga percaya bahwa pemerintah dapat menstabilkan harga pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. “Semua pasokan 11 makanan pokok berada di bawah kendali keamanan. Menteri mengatakan: “Stok makanan kita, terutama beras, cukup aman dan terkendali.” Dia mengatakan bahwa karena pemerintah telah menghitung porsi permintaan dan pengeluaran makanan Indonesia, masyarakat tidak perlu khawatir tentang dasar tahun ini. Pasokan produk. Dan minyak sudah cukup, “katanya. (*)

Tinggalkan Balasan