2020-07-08 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan memberikan bantuan gratis dalam bentuk kapal tradisional kecil dan peralatan keselamatan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dari Otoritas Pelabuhan Panjang Kelas Pertama dan Kantor Otoritas (KSOP) untuk menyediakan peralatan keselamatan bagi awak kapal dan awak tradisional dengan peralatan keselamatan untuk kapal Lampung propinsi.

Secara simbolis diberikan oleh Andi Hartono, kepala jangka panjang KSOP Kelas I, kepada perwakilan nelayan, dalam masa jabatan jangka panjang KSOP Kelas I pada tanggal 18 Juni (Kamis) dan melanjutkan implementasi perjanjian kesehatan Covid-19 yang populer menurut pengumuman Kementerian Pelabuhan pelunakan. Transportasi SE 12 tahun 2020 melibatkan instruksi untuk mengimplementasikan transportasi laut selama periode adaptasi kebiasaan baru ke komunitas produktif dan aman dari pandemi Covid-19.

Menurut Andi Hartono, bantuan ini diberikan setelah pendirian pusat pengukuran di KSOP level 1 dan akan berada di Lampung dengan Kabupaten Pesawaran sejak 10 Maret 2020 Provinsi ini mendaftarkan kapal tradisional secara gratis. Semua kegiatan ini tidak dikenai biaya, sehingga nelayan dapat merasakan manfaat legalitas kapal.

“Sejak pemasangan ruang pengukuran, sebanyak 307 kapal tradisional telah diukur, dan 265 kapal Pas kecil telah dikirimkan ke pemilik kapal. Pada saat yang sama, 37 kapal tidak dapat menyelesaikan data kapal. Dan 5 Unit kapal lebih besar dari GT 7, jadi mengeluarkan surat kapal harus melalui mekanisme yang berbeda, “kata Andy.

Selain itu, Andy menjelaskan bahwa ini diwajibkan oleh Keputusan No. 17 tahun 2008. Setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan di laut harus memiliki sertifikat kewarganegaraan untuk kapal tersebut. Untuk tonase bruto (GT) kurang dari Untuk kapal GT 7, Pas Pas adalah dokumen yang sangat penting yang dapat digunakan sebagai dokumen pemilik kapal, sertifikat kapal nasional, dokumen integritas navigasi, keselamatan navigasi, jaminan kredit untuk perusahaan, dan promosi jika terjadi bahaya di laut atau selama navigasi Tujuan pengumpulan data.

Menurut Andy, selain meningkatkan keamanan navigasi di wilayah operasi KSOP I Panjang, para nelayan juga membagikan peralatan keselamatan kapal kepada para nelayan. Awak kapal tradisional.

“Bersama dengan personel maritim lain yang diwakili oleh BUP PT.SLUP, KSOP Kelas I Panjan juga mendistribusikan 1.520 peralatan keselamatan ke kapal dalam bentuk jaket penyelamat, yang merupakan sumber kepedulian terhadap Pelabuhan Banrang. Awak kapal tradisional di Provinsi Pang berkata: “Kata Andy.

Selama periode ini, Ikatan Nelayan Indonesia (HNSI) Cabang Bandar Lampung mengoordinasikan para nelayan dengan diskon simbolis. – Melalui ketua Cabang HNSI Bandar Lampung, Nelayan Bandar Lampung mengucapkan terima kasih kepada Nan Nan Bantuan gratis diberikan oleh penduduk Provinsi Pang, khususnya nelayan di Kabupaten Pesavaland. — “Kami mengucapkan terima kasih atas nama nelayan dan akan terus mendukung rencana pemerintah. Dalam hal ini, kelas KSOP Kelas I akan terus melaksanakan rencana tersebut, yang sangat berguna untuk upaya membuat kapal keselamatan tradisional di Provinsi Lampung,” kata Pernah. Kusari .

Menurut Andi Hartono, di masa mendatang, pemerintah akan terus memberikan layanan praktis kepada para nelayan melalui kategori KSOP I Panjang untuk membantu para nelayan, yang akan bertanggung jawab atas survei dan penangkapan ikan. Pendaftaran kapal dapat dilakukan tanpa biaya.

“Saya berharap bahwa dengan bantuan kepemilikan resmi kapal tradisional dan alat keselamatan kapal yang tepat, kita dapat mencapai transportasi laut yang aman, andal dan nyaman, terutama di lingkungan Langhe,” Andy menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan