2020-07-14 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, PULANG PISAU-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja untuk menyelidiki lokasi optimal Lava Marsh di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai bagian dari kegiatan di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau Distrik A, Menteri Pertanian SYL juga berangkat untuk menanam padi Inpari 42, Inpari 32 dan kendaraan hibrida Supadi di lahan sawah seluas 104 hektar. Karena rakyat harus benar-benar dipersiapkan oleh pemerintah. Berikan permainan untuk perannya sehingga dapat memberikan kontribusi yang sesuai untuk pembangunan nasional.

“Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) didukung oleh pemerintah daerah yang bertanggung jawab untuk menyediakan makanan bagi masyarakat Indonesia,” kata Menteri Pertanian SYL, Jumat, 15 Mei. – Penggunaan maksimum 7,4 juta hektar sawah yang ada. Di sisi lain, meskipun luas lahan pertanian telah menurun karena perubahan penggunaan lahan, pertumbuhan penduduk sangat pesat, dan perlu untuk memperkuat dan memperluas lahan untuk memastikan peningkatan pasokan cadangan pangan nasional. Di masa depan, dengan semakin terpinggirkannya lahan pertanian, populasi akan tumbuh dengan cepat. SYL Menteri Pertanian mengatakan: “Indonesia memiliki potensi 33,4 juta hektar rawa. Ini adalah salah satu kegiatan pengelolaan rawa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan indeks penanaman melalui kegiatan. Optimalisasi rawa.”

Kegiatan optimalisasi alokasi lahan Departemen Pertanian, termasuk Kabupaten Prangplan di Kalimantan Tengah, akan mencakup 9.500 hektar pada 2019 dan 1.200 hektar pada 2020. Luas bupati sawah di Principe adalah 27.133 hektar. Pada tahun 2020, 12255 hektar diproses untuk berbagai kegiatan Departemen Pertanian.

“Jadi, dimungkinkan untuk mengoptimalkan sekitar 7376 hektar lahan untuk pengembangan produksi pertanian,” tambahnya. – Saluran ketiga, persiapan pengelolaan lahan untuk penanaman dan bantuan dengan input seperti benih, herbisida, pupuk hayati berbasis dolomit dan pupuk NPK untuk mempercepat penanaman dan bantuan dengan Alcintan.

“Selain perluasan lahan, rencana pencetakan sawah baru akan meningkatkan produksi pangan,” katanya.

Tinggalkan Balasan