2020-07-13 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa produksi pangan Indonesia cukup kuat dan terkendali. Tahun ini, sebagian besar provinsi telah mengalami kelebihan produksi.

Untuk tujuan ini, Kementerian Pertanian telah merumuskan strategi sistem logistik nasional untuk menyederhanakan rantai pasokan dan intervensi distribusi. Salah satunya adalah memindahkan produk dari daerah yang tersisa ke daerah kekurangan. Saat ini, setidaknya 28 provinsi dalam kondisi terkendali. SYL mengatakan, Senin (4/5/2020): “Tetapi dua dari mereka, Kalimantan Utara dan Maluku, perlu lebih diperhatikan.” Membaca: Kementerian Pertanian menyelenggarakan pelatihan pemrosesan makanan untuk memprediksi dampak pandemi korona.

Inventarisasi makanan dasar dan perkiraan data yang dikeluarkan oleh Badan Keamanan Pangan (BKP) menunjukkan bahwa basis makanan tertentu dari April 2020 hingga Juni 2020 masih cukup dan aman. -Untuk beras, saldo per Juni diperkirakan 6,4 juta ton, jagung 1,01 juta ton, gula 1,07 juta ton, dan minyak goreng 5,7 juta ton.

Baca: Inventarisasi Pangan Nasional, Profesor IPB: Jangan dilihat sebagian

“Yang paling penting adalah distribusi kami berfungsi dengan baik. Identifikasi area dan kuasai peta. Ini adalah perintah Presiden dan berbagai departemen kami” Semua orang bekerja bersama untuk menebus defisit, yang berarti tidak ada kunci, tidak ada isolasi, SYL berkata: “Tidak ada kunci, dan tidak ada hambatan untuk distribusi makanan. (*)

Tinggalkan Balasan