2020-07-12 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Daerah Rentan dan Keimigrasian (Mendes PDTT), mengeluarkan surat edaran yang meminta kepala desa untuk menjadi perlawanan sukarela. Covid -19 atau Satuan Tugas Pedesaan dari Virus Corona. , Menteri yang biasa dikenal dengan Gus (Gus). Menteri juga mengeluarkan perjanjian melawan sukarelawan pedesaan yang menentang Covid-19, di mana ia meminta penduduk untuk bersiap untuk isolasi jika perlu. Perjanjian itu mengatakan: “Ruang isolasi bisa di sekolah, tempat ibadah, balai desa atau rumah bagi warga asing.” Diterbitkan oleh Menteri Gus, Rabu (1/4/2020).

Menteri Gus juga mengenang bahwa gugus tugas sukarelawan pedesaan untuk Covid-19 siap untuk mandi, mencuci dan perlengkapan mandi (MCK), serta tempat tidur dan keperluan lainnya.

“Ruang terisolasi digunakan untuk pengawasan personil internal (ODP) di desa-desa setempat,” seorang mantan juru bicara Kongres menambahkan. Jawa Timur. Menteri Gus menekankan bahwa tidak ada daerah terisolasi di daerah itu, dan hanya satu rumah yang merupakan ruang publik yang disiapkan oleh kelompok kerja sukarela desa untuk Covid -19.

“Ini karena tidak semua penduduk desa memiliki cukup kamar di rumah. Jika Anda tidak memiliki kamar, bagaimana Anda ingin mengisolasi rumah, solusinya adalah dengan menggunakan sekolah dasar dan balai desa di gedung sekolah, menjaga kamar yang dipartisi Orang-orang mengatakan tentang konfirmasi Desa Corona Tangapu dan Nota Kesepakatan Uang Tunai Desa (PKTD), yang memerintahkan para sukarelawan desa untuk dilatih dan menggunakan dana desa untuk mencegah penyebaran virus korona. Surat edaran itu juga merujuk pada instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjuang melawan epidemi global dan memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan dalam epidemi Covid-19. (*)

Tinggalkan Balasan