2020-07-12 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Liga berlapis Kemenpora harus menjadi dasar yang kuat untuk melatih pemain muda di Indonesia. , Senin (15/6/2020) siang.

Acara ini juga akan mempertemukan Raden Isnanta, asisten Kementerian Olahraga dan Kebudayaan, dan staf penuh waktu Mahfudin Nigara untuk pengembangan dan realisasi olahraga.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga mengucapkan terima kasih kepada semua peserta sementara masih memimpin operator pusat U-12, U-14, U-16, sepak bola wanita U-17, U-21 dan 34 dari semua liga Koordinator provinsi atau regional memimpin Liga Kemenpora multi-layer di mana dia berkata: “Terima kasih, semua orang yang berpartisipasi dalam acara ini.” Dalam acara tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengembangkan aliansi di berbagai tingkatan dan aliansi itu beroperasi secara teratur.

“Di masa depan, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menjadi milik kita”, dan kita akan memperkuatnya lagi karena kita memiliki instruksi presiden untuk pengembangan sepakbola nasional, yang merupakan fondasi yang kuat untuk pengembangan sepakbola nasional, “kata menteri. Menurutnya. Jika tidak ada pelatih awal, tidak mungkin untuk mendapatkan bakat sepak bola yang baik di negara ini.

“” Kita harus fokus pada pelatih anak-anak, kita telah meletakkan fondasi bagi semua orang. Cabang olahraga sehingga cabang olahraga dapat diselesaikan dengan lebih baik. Pelatih anak usia dini. Pada saat yang sama, kami berterima kasih dan berterima kasih kepada semua peserta yang telah mendorong dan meningkatkan sepakbola kami sejak kecil, “katanya. “Mumbola berharap bahwa dengan bimbingan negara itu tentang sepakbola, pelatihan sepakbola akan menjadi kenyataan. Masa depan akan lebih baik lagi. —” Tujuan utama kita adalah membentuk tim nasional yang kuat dari bakat para pelatih muda kita. Saya berharap para pemain kami akan memainkan peran utama yang lebih besar di semua klub Ligue 1 dan Ligue 2, sehingga kami tidak kehilangan kesempatan untuk memungkinkan pemain lokal untuk berpartisipasi dalam lineup dasar, “kata menteri kelahiran Gorontalo itu. (*)

Tinggalkan Balasan