2020-07-12 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah telah menerbitkan formulir elektronik untuk mengumpulkan data tentang koperasi dan UMKM yang terkena dampak pandemi COVID-19. Diperlukan data yang obyektif dan akurat, “kata Profesor Rully Indrawan (M.Sc.), Menteri Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (13/4/2020) pertanyaan terbaru dan terperinci Sangat penting untuk pembuatan kebijakan di bidang ini. Artinya, Rully hanya dapat diperoleh melalui partisipasi peserta masyarakat.-Mulai 17 Maret 2020, rencana tersebut akan dilakukan melalui hotline KUMKM Keluhan, ini adalah respon cepat dari Koperasi dan Kementerian UKM untuk menerima laporan sebagai dasar untuk merumuskan strategi yang tepat sehingga bantuan dapat dialokasikan ke Koperasi dan Menteri UKM Tb Fiki C. Satari, SE, MM mengatakan: “Mungkin …

” Kami berkolaborasi dalam penyediaan dan analisis data ini di antara berbagai kementerian dan komisi. “

Dia juga bekerja dengan kelompok masyarakat dan asisten koperasi dan usaha kecil dan menengah. Overage dan jaringan di seluruh Indonesia.

Dia bekerja keras untuk menerbitkan kuesioner elektronik, yang diisi oleh para pemangku kepentingan KUMKM yang relevan.

Setelah Fiki, data yang diperoleh dari spreadsheet akan diintegrasikan ke dalam kementerian dan akan digunakan sebagai dasar untuk memperbarui dan memproses data, dan akan lebih waspada dan peka terhadap dukungan tambahan dari rencana pemerintah. “Dengan cara ini, para pelaku diundang untuk memberi tahu mereka secara lebih rinci, karena selain dapat diintegrasikan ke dalam data sebelumnya, duplikat data juga dihindari.”

Tinggalkan Balasan