2021-03-15 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kinerja seluruh sektor ekonomi termasuk industri perkapalan. Biaya pengangkutan peti kemas dunia atau biaya pengangkutan telah meningkat tajam. Kenaikan biaya berdampak pada upaya peningkatan kinerja industri pelayaran dan perekonomian nasional. Dalam jangka waktu yang lebih lama, penumpukan kontainer di pelabuhan, dan bongkar muat di pelabuhan. Direktur Maritim R. Agus H. Purnomo mengatakan di Jakarta (2/1). Kementerian Perhubungan telah menyiapkan banyak langkah untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi industri perkapalan. dan proses bongkar muat sehingga dapat segera Dispatch container dan dapat meninggalkan kapal. Kedua, kami Argus mengatakan, ini juga akan mempercepat kecepatan peti kemas meninggalkan pelabuhan, memungkinkan mereka dengan cepat kembali ke gudang. Untuk meningkatkan efisiensi, Kementerian Perhubungan berharap kementerian dan lembaga negara terkait mempercepat transportasi. Ame Agus mengatakan: “Kami mendesak kementerian terkait untuk mendukung upaya Kementerian Perhubungan untuk mempercepat proses pelepasan peti kemas jangka panjang di pelabuhan.” Untuk menyediakan ruang kargo di Indonesia untuk ekspor. MLO diharapkan menyediakan 40 kontainer High Cube.

“Selanjutnya, kami mengundang perusahaan pelayaran dalam negeri, khususnya perusahaan pelayaran yang tergabung dalam INSA, untuk menggunakan ruang kargo yang berkurang untuk transportasi luar negeri. Kami juga mengimbau eksportir.” Gunakan kontainer sepanjang 20 kaki untuk transportasi. ” Penggantian, “kata Agus, Direktur Manajemen. Sebagai acuan, banyak negara yang sejak itu menerapkan kebijakan blokade akibat pandemi. Awal tahun ini. Ini membatasi lalu lintas orang, barang, dan kapal. Beberapa perusahaan pelayaran telah mengurangi. aktivitas maritim dan pengurangan biaya operasi. Dan menstabilkan biaya pengiriman.

Sejak China mulai meningkatkan frekuensi ekspor pada Juli tahun lalu, industri pelayaran global mulai berkembang. China belum segera melanjutkan industri pelayaran global-ini Hal ini dikarenakan banyak negara / wilayah yang masih menerapkan lock in policy sehingga pengangkutan peti kemas masih dibatasi, SDM untuk kegiatan bongkar muat masih terbatas sehingga mengakibatkan keterlambatan pengangkutan dan penerimaan peti kemas.

Tinggalkan Balasan