2021-03-14 |  Kilas Kementerian

BATAM TRIBUNNEWS.COM-Berhasil menyelesaikan tes bimbingan elektronik tahap pertama (electronic steering test bench) yang dinyatakan berhasil dalam evaluasi yang diadakan di Yogyakarta Juli lalu, dan dilanjutkan Kementerian Perhubungan melalui Tata Usaha Umum Angkutan Laut pada hari Kamis. (26/11/2020) Test bed tahap II perangkap elektronik direalisasikan di stasiun Batam Vessel Traffic Service (VTS).

Direktur Navigasi Hengki Angkasawan mengatakan, electronic trapping test dilakukan sebagai kegiatan substitusi untuk meningkatkan pelayanan dalam mewujudkan keselamatan laut dan menjaga lingkungan laut di perairan Indonesia. Pada tahun 2020 akan diimplementasikan electronic guide test bed (E-Pilotage) untuk mengoptimalkan penggunaan stasiun VTS di Tanjung Pr, empat wilayah transportasi Indonesia, area angkutan iok Kelas I, kawasan angkutan Kelas I Tanjung Pinang, kawasan angkutan Benoa Kelas II. dan zona transpor Kelas III Tarakan.

“Kami melakukan tahap pertama test bed mengemudi elektronik di empat pelabuhan di empat zona kerja navigasi. Setiap zona juga dievaluasi dan dibahas pada Juli tahun lalu, dan membuat rekomendasi.” Detail dan kontribusi terkait implementasi electronic driving test bed, ”ujarnya.

Hengki menambahkan, saat ini Kementerian Perhubungan diangkut melalui Administrasi Umum Oseanografi, dan transportasi melalui Biro Navigasi dan seluruh wilayah navigasi di Indonesia. Saat ini sedang dalam proses. Landasan hukum disiapkan dalam bentuk rancangan peraturan Menteri Perhubungan terkait VTS yang salah satunya akan menjadi dasar hukum nasional penerapan platform uji E-Pilotage. Tahap E-Pilotage Test platform II dilakukan di area pelabuhan Batam, Dipandu oleh pilot VTS Concept Batam, dari Binbin ju Pier 99 hingga menu kapal TB Sei Deli III di area Anchorage.Disediakan oleh VTS Batam, oleh Pandu via Pandu di Fres Kerja 83 atau VTS Sektor 2 Informasi lalu lintas, cuaca dan panduan disediakan di VTS Batam. Kemudian, Pandu VTS Batam akan melakukan pembinaan elektronik melalui frekuensi ini “, terangnya. Uji coba elektronik saat ini merupakan implementasi kedua di pelabuhan Batam. Menurut Henkey, perbedaan dalam pengujian ini adalah pada pelaksanaan tahap kedua, pembinaan dilakukan oleh kapten Pandu / Pilot / pilot di VTS secara langsung menggunakan peralatan VTS Batam (AIS, Radar dan Radio VHF). -Menurut Hengki, terlepas dari pelaksanaan kegiatan test bed tersebut, VTS Batam akan tetap memberikan layanan navigasi dan pembinaan kepada kapal-kapal lain di perairan Batam, sehingga tetap dapat menjalankan tugas dan fungsinya. Hengki berharap implementasi test bed ini juga dapat dimanfaatkan untuk menjalin sinergi dan kerjasama yang lebih baik antara Administrasi Umum Perkapalan dan stakeholders khususnya antara PT. Wilayah kerja Raja Pelindo I di Pelabuhan Batam.

“Saya berharap semua pihak dapat berkontribusi untuk kelancaran kemajuan dan keberhasilan kegiatan ini sehingga dapat dihasilkan hasil yang terbaik dalam hal pencapaian keselamatan dan perlindungan maritim. urusan. Dia Singkatnya: “Di perairan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan