2021-03-13 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Ambon-Gempa Maluku tahun 2019 semakin memperburuk kondisi warga yang terdampak. Kehidupan ekonomi mereka belum sepenuhnya pulih, terutama ketika pandemi Covid-19 memperburuk keadaan.

Untungnya, pemerintah telah menerapkan Banpres Produktif untuk usaha mikro, yang bertujuan untuk membangkitkan kemampuan usaha mikro. . Perusahaan melanjutkan kegiatan bisnis setelah ditutup akibat pandemi Covid -19.

Beberapa korban gempa Maluku, khususnya di Desa Pelauw di kawasan Pulau Haruku, Maluku Tengah terkena pandemi Covid-19.

“Pasca gempa, masyarakat benar-ini memang kesulitan keuangan, makanya saya berinisiatif membuka warung kecil untuk memenuhi kebutuhan kita,” kata Dalahaji. Tuasikal merupakan salah satu penerima segel produksi usaha mikro di desa Pelauw. Dalahaji dan istrinya membuka toko kelontong. Keuntungan bulanan sekitar 2 hingga 3 juta rupee. Memang pendapatannya tidak setinggi itu, tapi bagi keluarga Dahalaj, pendapatan itulah yang membuat mereka bisa bertahan dari kesulitan yang ada. Saya bisa memanfaatkannya untuk menambah modal usaha. Dalahaji mengatakan: “Alhamdulillah sejauh ini usaha kami masih berjalan dengan baik.” Makanan pokok Dalahaji terletak di tengah keramaian di Desa Pelauw, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar. Sembako yang disediakan oleh warung sederhana ini antara lain beras, indomie, kopi, gula pasir dan aneka jajanan untuk anak-anak.

“Pasokan barang kami tidak sulit, namun karena pandemi ini, bisnis kami terganggu karena kami harus menyiapkan tiket masuk dan persyaratan lain untuk pergi ke kota. Tapi kami bersyukur pandemi sudah mulai berlanjut , “Kata Da Rahaji.

Mudah Mendapatkan Banpres

Dalahaji mengungkapkan bahwa sangat mudah mendapatkan Banpres yang produktif untuk usaha mikrokomputer. Awalnya, instansi terkait menghubunginya untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP, kartu keluarga dan surat rekomendasi dari desa setempat.

Tinggalkan Balasan