2021-03-12 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan kembali mengerahkan loket survei kapal melalui Administrasi Umum Navigasi dan Maritim, dan akan memberi para nelayan pass kecil dan buku pelaut merah gratis pada 2021. Stasiun survey kapal berada di Kantor Pengelola Pelabuhan Calabai III dan Kantor Pengelola Pelabuhan Wanci (Panggulubelo Wakatobi). Mulai tanggal 8 hingga 11 Februari 2021 bekerja sama dengan Dinas Navigasi dan Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat dan Kepala Daerah serta Kepala Desa Pekat (NTB).

— Dia mengatakan: “Pesertanya adalah 150 nelayan yang berada di wilayah kerja UPP Kelas III Karabai Kabupaten Dompu, Kecamatan Pekat,” ujarnya, Selasa (9/2/2021).

Semua aktivitas ini gratis bagi pemilik kapal, dan pemilik bisnis lepas pantai dapat menggunakan aktivitas ini untuk mendapatkan legitimasi kapal. Layanan gratis ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses sertifikasi bagi kapal penangkap ikan dengan gross tonnage (GT) kurang dari 7 dan kapal tradisional. Biro Kelautan Kabupaten Wakatobi telah menetapkan survei ekspor laut untuk kapal penangkap ikan-Alman Saleh, direktur Kantor Pos Montblanc Biro Wanzhe, mengatakan dalam “Agenda Pengukuran Ekspor Kapal Penangkap Ikan” bahwa ini sama. Waktu dan simbolis penyerahan dokumen Pas Kecil diserahkan oleh masing-masing perwakilan pemilik / kapten kapal.

“Dari total 289 kapal penangkap ikan yang terdaftar untuk disurvei, sebanyak 126 kapal penangkap ikan yang telah disurvei dan dikeluarkan Pas kecil sedang mengangkut sambil menunggu pemilik / nakhoda kapal lain melengkapi kelengkapan dokumennya.” Katanya .

ekspor laut ini merupakan ukuran kapal nelayan kedua di kawasan pelabuhan UPP Wanci. Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di pelabuhan Kaludupa, Tomia dan Binonco .

“Ekspor Laut Ini sangat penting dan strategis, terutama bagi pemerintah daerah, untuk meningkatkan potensi sektor maritim sebagai motor penggerak, pungkasnya. “

Administrasi Umum Angkutan Laut mengeluarkan“ Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut ”nomor: HK. 103/3 / 2DJPL-18 tanggal 23 April 2018 tentang kapal penangkap ikan / perahu motor / secara tradisional dengan ketentuan Bendera Indonesia Tata cara penerbitan buku pelaut bagi pelaut pada kapal yang dibangun dan berlayar di perairan Indonesia- Menurut peraturan ini, kapal / perahu layar motor / kapal dengan arsitektur tradisional untuk buku penangkapan ikan pelaut harus milik pelaut yang bekerja di kapal penangkap ikan antara 12 meter sampai dengan 24 meter, Dan harus memiliki Surat Izin Menangkap Ikan (SIPI), kapal motor di bawah GT 7 hingga GT 35, dan kapal tradisional di bawah GT 7 hingga GT 105. Setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut harus memiliki sertifikat kewarganegaraan kapal, termasuk Kapal di bawah GT 7 sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang. -Undang-Undang No. 17 Tahun 2008, tentang Perkapalan

Tiket kecil merupakan dokumen penting yang dapat digunakan sebagai dokumen kepemilikan kapal, surat keterangan kewarganegaraan kapal, dokumen integritas navigasi, dan Digunakan sebagai jaminan kredit perdagangan dan dapat memberi Anda pengumpulan data yang mudah. ​​Pada 30 November 2020, Kementerian Perhubungan mengeluarkan izin kecil untuk 73.348 kapal. Kemudian, penerbitan “Pelaut Merah” (Nelayan ) Volume 124.393 buku, 10.741 buku terbit tahun 2018, 70.676 buku terbit tahun 2019, dan 42.976 buku terbit tahun 2020. (*)

Tinggalkan Balasan