2021-03-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka standarisasi tanggung jawab dan tanggung jawab penulis, serta unsur-unsur yang terlibat dalam rangkaian kegiatan Latihan Pencemaran Laut Nasional (Marpolex) Kementerian Perhubungan di Lampang tahun 2020, perantara Administrasi Umum Angkutan Laut telah merumuskan rencana operasional, dan rencana pelatihan, persiapan jaringan komunikasi, latihan komunikasi dan latihan meja.

Pengaturan ini akan dilakukan dalam waktu tiga (tiga) hari mulai tanggal 26 November hingga 28 Februari 2020.

Long Yefri Meidison, Dirjen Angkutan Laut yang diwakili oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan dan Pelabuhan Tipe I (KSOP), mengatakan bahwa dalam training plan dan rencananya akan detail jadwal, personel dan komponennya. peran dan tanggung jawab. Bertanggung jawab atas personel dan personel, serta pelaksanaan “Marsolex Nasional 2020” di Provinsi Lampung, agar setiap aktor dan elemen memiliki pemahaman yang baik tentang garis dan pertukaran lisan serta urutan aksi “Marsolex Nasional 2020” Pemahaman yang baik dan finalisasi rencana operasi yang telah selesai; mengharapkan peran aktif para aktor untuk memberikan pendapat dan saran kepada direktur pelatihan, sehingga kami dapat memberikan tamu VIP selama pelaksanaan Hari-H “National Malpolux in 2020” Demonstated dengan pantauan bahwa pelaksanaan “Malpolex National 2020”, dengan upaya dan koordinasi semua pihak terkait, kami bekerja dengan lancar dan sukses. Yevri mengatakan, ia membacakan sambutan Direktur Angkutan Laut pada acara pembukaan pemahaman rencana diklat nasional dan rencana operasi Mapolex 2020. Lampung, Jumat (27 November 2020) .– –Dia meyakini hal itu melalui Dengan rencana operasional dan pelatihan yang baik, pelatihan Marpolex 2020 secara nasional dapat dilaksanakan dengan sukses. Yevri mengatakan: “Dalam menghadapi pencemaran lingkungan laut akibat kegiatan navigasi, Marpolex 2020 dapat memberikan wawasan untuk kesiapsiagaan bencana kita. “Ilmu dan pengetahuan yang diperoleh para pelaku akan dikembangkan dan disempurnakan di masing-masing unit kerja, sehingga kedepannya mereka dapat terus meningkatkan tingkat kesiapsiagaannya dalam menghadapi tumpahan minyak lepas pantai. Pada kesempatan yang sama, Een Nuraini Saidah selaku ketua Sub-biro Pencegahan Bencana dan Rekayasa Bawah Air Perwakilan Direktur Penjaga Pantai dan Laut dalam laporannya menunjukkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguji diri sendiri dan menguji diri sendiri untuk menilai prosedur dan kemampuan tanggap jika terjadi tumpahan minyak. Kata Een. “Selain itu, dia terus melatih. Personel melakukan perencanaan operasi yang komprehensif, komando dan kendali, serta mendorong partisipasi dan partisipasi pemangku kepentingan. Perusahaan perminyakan, perusahaan pelayaran, manajemen pelacakan / kapal tunda dan kegiatan lainnya di perairan untuk bersama-sama mengendalikan dan memerangi tumpahan minyak di laut.

30 peserta berpartisipasi dalam rencana pelatihan dan keakraban rencana operasi Marpolex 2020 nasional, Terdiri dari Perwakilan SKK Migas, Palair Polda Lampung, Kantor SAR Lampung, dan hubungan antara Dinas Perikanan Perikanan Provinsi Lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung, Pangkalan Angkatan Laut Indonesia, Korps Marinir dan Pantai Tanjung Puri Ke, Pantai dan Angkatan Laut Tanjung Perak Pangkalan Penjaga, Pangkalan Penjaga Angkatan Laut dan Pantai Tanjung Uban, Marinir dan Penjaga Pantai Bitong, Kantor Deputi Penjaga Laut VTS Panjang Pantai Taur. Ocean PT. Pertamina (Persero), HSSE PT. Pertamina (Persero), PT. Pertamina (Persero) Cabang Panjang, PT. Pelindo II (Persero) Cabang Panjang, Bupati Panjang / TUKS dan Marpolex Nasional (Marpolex) 2020 semua elemen. (*)

Tinggalkan Balasan