2021-03-11 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Di bawah pengaruh pandemi Covid-19, industri farmasi dan alat kesehatan menjadi salah satu industri yang mampu meraih kinerja impresif.

Hal ini disebabkan oleh dua area strategis permintaan domestik yang kuat untuk produk ini. – “Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian bertekad mewujudkan kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia serta mendorong industri tersebut menjadi pemain utama dan tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Direktur Administrasi Umum Bahan Kimia. dan Farmasi, serta Kementerian Perindustrian Industri Tekstil (IKFT), Mohamed. Muhammad Khayam menyampaikan presentasi dalam webinar bertajuk “Dampak COVID-19, Urgensi Penyegaran Sektor Kesehatan”, Senin (21/12/2020) ). IKFT mencontohkan pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan. Industri kefarmasian dan alat kesehatan.Tujuan dari Instruksi Presiden ini adalah untuk mewujudkan kemandirian institusi farmasi nasional dan industri alat kesehatan agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh obat dengan harga yang terjangkau dan berkelanjutan. Ia menjelaskan: “Saat ini, pemerintah mendorong industri farmasi nasional untuk terus membangun struktur yang lebih dalam dan terintegrasi sehingga mampu menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai tambah tinggi.”

Untuk mencapai tujuan tersebut, kita membutuhkan Lingkungan bisnis yang baik membutuhkan ketersediaan bahan baku dan penguasaan teknologi. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020 tentang peraturan dan tata cara penghitungan kandungan internal Nilai Tingkat Ketinggian Obat (TKDN) -karena berlakunya aturan ini, obat tidak lagi menggunakan metode berbasis biaya, tetapi menggunakan metode berbasis pengobatan.

Khayam menjelaskan bahwa penghitungan nilai TKDN obat didasarkan pada proses pengolahan.Dengan pembobotan kandungan bahan baku bahan aktif farmasi (API) sebesar 50% maka proses litbang itian dilakukan pembobotan 30% maka proses produksi dibobotkan sebesar 15%, dan proses pengemasan dikurangi 5%.

Tinggalkan Balasan