2021-03-11 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) akan menaikkan subsidi pupuk ke Kabupaten Cianjur sebesar 13.000 ton pada tahun 2021. Ini untuk memastikan bahwa petani memiliki akses terhadap stok pupuk. Kementerian Pertanian akan terus melakukan tindakan tegas agar petani dapat lancar mendistribusikan dan menerima pupuk bersubsidi. -Selain menambah alokasi, Kementerian Pertanian juga telah menggandeng distributor untuk memudahkan petani mendapatkan pupuk bersubsidi yang sudah disediakan di tingkat kios, meski belum memiliki kartu pertanian. Menteri Pertanian SYL mengumumkan pada hari Rabu: “Saya meminta distributor untuk tidak ikut serta dalam pendistribusian pupuk, karena pupuk bukan hanya kebutuhan tanaman, tetapi juga landasan keamanan pangan, dan mereka harus memperhatikan bahkan selama Covid -19 pandemi. ” (24/2) Dalam kesempatan yang sama, Sarwo Edhy, General Manager Prasarana dan Alat Pertanian Kementerian Pertanian, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam atas keluhan banyak petani. Tentang keberadaan pupuk kimia.

“Berbagai langkah dan strategi telah kami siapkan untuk memastikan kebutuhan pupuk petani. Sarwo Edhy mengatakan:“ Salah satu upaya kami adalah dengan meredistribusi pupuk bersubsidi ini jika tidak ada pertanian di daerah tertentu. “-Sarwo Edhy menjelaskan bahwa salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membatalkan penyaluran pupuk daerah bila kelebihan pupuk mencukupi .-“ Kita juga akan meredistribusi daerah yang memenuhi permintaan dan memiliki stok lebih banyak serta menariknya ke daerah yang masih kekurangan pupuk. . Sarwo Edhy mengatakan langkah ini bisa menyelesaikan masalah dengan lebih efektif.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman menyatakan Kabupaten Cianjur hanya akan mensubsidi 35.000 ton pupuk pada tahun 2020. Namun pada tahun 2021 akan meningkat 13.000 ton. Ton, sehingga totalnya menjadi 48.000 ton untuk menjamin pasokan pupuk.

“Kemarin karena subsidi pemerintah habis, petani bekerja keras untuk mendapatkan pupuk. Makanya kita tambah,” ujarnya, Kamis, 18 Februari 2021. Jumlah ini akan didistribusikan kembali sesuai kebutuhan. Ini akan dinaikkan atau diturunkan nanti sesuai kebutuhan.

Selama periode ini, Cianjur, Account Manager Pupuk Kujang, mengatakan jumlah petani penerima pupuk bersubsidi telah mencapai 265.000, naik dari 133.000.

Namun karena minimnya KTP elektronik dan pestisida hayati, masih banyak kendala di bidang ini yang belum terdaftar. Sekarang mereka sudah bisa mengajukan permohonan pupuk yang akan disubsidi tahun depan, ”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan