2021-03-10 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Umum (OP) Tanjung Prik tengah melaksanakan rencana padat karya yang melibatkan 130 warga setempat. Ini merupakan kegiatan pertama yang akan dilakukan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan stakeholders lingkungan Pelabuhan Noncombustible Tanjung pada awal tahun anggaran 2021. Inayatur Robbany dari Kantor Pusat Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok menyatakan, rencana padat karya Kementerian Perhubungan mengacu pada Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 73 Tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan. Tujuan dari acara ini adalah untuk mengambil tindakan darurat guna meningkatkan taraf hidup sosial dan ekonomi masyarakat saat terjadi pandemi virus Corona 2019 (Covid-19). Ia mengatakan di Jakarta, Jumat (26/2/2021): “Markas besar nahkoda pelabuhan Tanjung Priok, PT. Pelni dan PT Pelindo II (Persero) cabang Tanjung Priok telah bekerjasama dalam menyelenggarakan program padat karya ini. Program padat karya tersebut melibatkan 130 warga sekitar, 50 orang dari Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, 10 orang dari Kantor Pusat Porter di Tanjung Priok, 50 orang dari PT Pelindo II (Persero) cabang Tanjung Priok dan 20 orang dari PT Pelni (Persero). Ia mengatakan: “Rencana ini jelas menunjukkan bahwa personel pelabuhan dapat memberdayakan warga atau masyarakat di sekitar pelabuhan Tanjung Buluk.” Selama pandemi Covid-19, ia mencontohkan bahwa seluruh proses melibatkan keterlibatan masyarakat yang padat karya. Kegiatan yang direncanakan tersebut terwujud. melalui kesepakatan. kesehatan.

“Pandemi ini tidak hanya berdampak pada kondisi nasional, tetapi juga menyerang seluruh belahan dunia. Pandemi ini juga menjadi tantangan bagi kita di sektor transportasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Program padat karya ini merupakan prioritas percepatan pemulihan perekonomian nasional.

Kementerian Perhubungan merupakan salah satu kementerian yang merumuskan rencana padat karya.Karakter padat karya dari sektor transportasi itu sendiri meliputi pembangunan, pemeliharaan, perbaikan dan pembersihan sarana dan prasarana transportasi.

Tinggalkan Balasan