2021-03-09 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Tugas pokok dan fungsi Penjaga Pantai dan Laut (KPLP) adalah melindungi laut dan pantai wilayah Indonesia dari berbagai ancaman terhadap keselamatan, keamanan, dan perlindungan laut dan rusuk. Oleh karena itu, instansi yang diwakili oleh motto Dharma Jala Praja Tamar tetap berperan dalam pelaksanaan langkah-langkah keselamatan dan penyelamatan maritim. Pencarian dan penyelamatan atau penyelamatan oleh pihak lain terkait dengan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Puntanak.

Ahmed mengatakan, kapal patroli KPLP KN Trisula P-111 adalah yang pertama kali menemukan bagian pesawat berupa tangga darurat. Disinilah titik awal penentuan lokasi kecelakaan di Kepulauan Kuril.

Pesawat Sriwijaya hilang kontak pada Sabtu (09/01/2021) dan skala keadaan darurat ditemukan petugas patroli pada pukul 19.45 WIB. WIB. Hal ini menjadi sangat penting karena lokasi pencarian segera diketahui dan evakuasi tim SAR gabungan difasilitasi.Setelah itu, KPLP segera mengerahkan 7 (tujuh) patroli untuk mencari lokasi. Di antara 7 kapal patroli, 5 di antaranya milik Angkatan Laut dan Penjaga Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Pruek. . Penangkapan untuk melindungi laut.

Ahmad mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut menganugerahkan personel Penjaga Pantai dan Laut (PPLP) Tanjung Uban kepada Penjaga Pantai Kelas II (PPLP) Tanjung Uban atas keberhasilannya mengejar dan menghentikan Kapal penangkap ikan Cina MV. Lu Huangyuanyu 117 dan 118, diduga bersalah melakukan perdagangan manusia. “Diketahui juga bahwa mereka menyimpan jenazah ABK Indonesia di lemari es pada 9 Juli 2020,” kata Ahmed.

Tinggalkan Balasan