2020-07-11 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Setidaknya 730 perusahaan Jepang di Jakarta dan sekitarnya siap mendukung program pemagangan dan pelatihan kejuruan Kementerian Tenaga Kerja. Klub (JJC) di kantor Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta pada Kamis (12/3/2020) adalah Panasonic, Masaru Tanaka (Toyota), dan Kannai (Befa). — “Kami dengan hangat menyambut pengusaha Jepang untuk memberikan dukungan bagi pengembangan sumber daya manusia melalui program pembelajaran domestik dan asing dan pameran pekerjaan,” kata Ida Fauziyah. Menaker Ida percaya bahwa kerjasama program pemagangan cukup efektif untuk memiliki dampak positif pada industri / perusahaan, karena perusahaan telah memperoleh pekerja terampil dari proses pembelajaran dan perusahaan juga telah meningkatkan produktivitas.

“Ini salah satunya. Kami ingin mendorong anggota JJC untuk mengembangkan program ram, seperti Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat.” Idamen mengatakan bahwa selama ini, Jepang adalah negara yang sangat kondusif bagi pengembangan sumber daya manusia, karena Jepang adalah negara dengan perusahaan atau industri di Indonesia. Di antara mereka, ia terlibat dalam industri otomotif dan elektronik.

“Kementerian Tenaga Kerja berharap bahwa JJC mendorong ratusan perusahaan Jepang di Indonesia untuk menerapkan program pemagangan dalam negeri. Ini mengacu pada Program Permenaker No. 36 tahun 2016, yang melibatkan pelaksanaan magang keluarga,” katanya. .

Selain itu, menurut Permenaker No. 08 tahun 2008 tentang izin studi di luar negeri, Ida Fauziyah juga mendorong JJC untuk membangun hubungan kerja sama atau pengiriman dengan LPKS melalui organisasi penerima (organisasi yang menerima manfaat belajar) untuk menjembatani kesenjangan antara perusahaan Jepang. Organisasi Indonesia (organisasi pelatihan dan pengiriman Jepang)

Menaker Ida Fauziyah juga berharap untuk mengembangkan kewirausahaan, karena JJC juga membantu mengembangkan semangat kewirausahaan di Jawa Tengah. Dia berkata. Bahkan dalam beberapa tahun ke depan, mereka sepakat untuk terus bekerja sama untuk meningkatkan jumlah peserta studi Jepang. Tanaka berkata: “Perusahaan Jepang sangat puas dengan kinerja peserta Indonesia, ketekunan, keramahan dan disiplin mereka sangat ketat.” (BJN *)

(BJN *)

Tinggalkan Balasan