2021-01-09 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2020, yang memuat pedoman penyelenggaraan transportasi darat saat pandemi Covid-19 pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Direktur Angkutan Darat Budi Setiyadi mengumumkan bahwa SE 20 2020 akan berlaku mulai 19 Desember hingga 8 Januari 2021.

Menurut Budi, pada 2020 SE 20 ada beberapa hal yang dibahas, misalnya setiap orang yang bepergian harus mengikuti protokol kesehatan 3M (cuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak tertentu).

“Selanjutnya bagi masyarakat yang menggunakan transportasi darat untuk berwisata ke Bali wajib melengkapi metode rapid antigen test gratis sertifikat Covid-19 tiga hari sebelum pemberangkatan dan melengkapi e-HAC dari Indonesia,” Budi Demikian disampaikan dalam keterangannya, Senin (22 Desember 2020).

Baca Juga: Ditjen Hubla Tanggung Jawab Libur Angkutan Natal dan Tahun Baru 202 1

Baca juga: Ini Soal Uji Antigen Cepat Saat Libur Panjang Akhir 2020

Budi juga jelaskan Untuk transportasi darat dari dan menuju Pulau Jawa dan Pulau Jawa disarankan untuk memisahkan antar provinsi, wilayah dan kota agar rapid antigen test dapat digunakan dalam waktu 3 x 24 jam sebelum pemberangkatan.

“Selain traveling ke Jawa dan Bali, rapid antibody test masih bisa digunakan sesuai pengaturan yang ada, yakni hasil tidak valid berlaku 14 hari setelah pemberangkatan,” kata Budi.

Budi juga mengungkapkan, khusus untuk anak di bawah 12 tahun tidak perlu melalui rapid antibody atau antigen test dan PCR.

“Pada saat yang sama, Budi menyampaikan bahwa kawasan bangunan Jabodetabek tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil rapid antigen test sebagai kondisi perjalanan .

Di sebelah tenggara, Budi terus mengatakan bahwa pokja daerah bisa berbasis Uji acak, uji antigen cepat, atau uji PCR diperlukan setiap saat. Transportasi bersama wisatawan, “kata Budi.

Tinggalkan Balasan