2021-01-01 |  Kilas Kementerian

Negeri Samraki TRIBUNNEWS.COM-Guna memenuhi kebutuhan dasar Kabupaten Kepulauan Tanimbar, jalur laut menjadi salah satu penopang warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saat wabah Covid -19. -“Hari ini, oleh PT. Tol laut Temasek Shipping T 17 tiba di pelabuhan Saumlaki. Ada 100 peti kemas, termasuk 48 peti kemas jalan laut dan 52 peti kemas konvensional. Tol laut tujuan Saumlaki ini menjadi kepala kantor UPP Saumlaki II. Dalam rangka peletakan batu pertama pembatasan angkutan kapal penumpang dan kargo di Kepulauan Tanimbar, kolom midstream tay pelaku niaga di Kabupaten Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (10/10/2020) .

Hasan mengungkapkan Kapal tol laut ini akan bekerjasama dengan operator PT pada tahun 2020. hari. -Selain itu, Hassan mengatakan bahwa di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanibba banyak menghasilkan produk daerah yang bermutu tinggi seperti kopra, rumput laut dan kayu, dengan hasil rata-rata 9 miliar dollar AS. Keuntungannya, 20 sampai 30 peti kemas dikirim ke Surabaya dengan kapal angkutan laut setiap bulannya, Sayangnya kuota kepulangan di Pelabuhan Somraki hanya 13 peti kemas, sehingga sisa peti kemas harus diangkut dengan tarif angkutan reguler.

Penanggung jawab UPP Saumlaki berharap dapat menambah kuota angkutan pulang.Untuk pelabuhan Saumlaki, volume angkutan kembali kapal tol laut saat ini adalah 24 peti kemas, dimana 13 peti kemas angkut dikenakan retribusi dan 11 Kontainer pengembalian dengan muatan normal. -Hasan mengungkapkan, dalam waktu dekat pembatasan kapal perintis di Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan selesai sehingga kantin-kantin Ya, pelaku umum dan niaga tidak hanya bisa menggunakan tol laut, tapi juga menggunakan kapal tol. Kapal penumpang dan kargo perintis untuk pengiriman kebutuhan pokok, pemerintah juga memberikan subsidi melalui Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan. (*)

Tinggalkan Balasan