2020-12-28 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus meningkatkan penanaman porang untuk meningkatkan hasil pertanian dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, nilai ekspor, dan kesejahteraan petani sendiri. Pasalnya, Porang merupakan salah satu produk pertanian yang saat ini banyak diminati di pasar ekspor.

Dalam hal ini mantan Gubernur Sulawesi Selatan menanam porang di kebun milik Dandim 1420 Kabupaten Sidrap dan mengunjungi Taman Porang (7 / 28/2020). Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dimana pabrik Langlang giat mengembangkan produk ekspor.

Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Andy Sudirman Sulaiman, Brigjen Brigjen Polda Sulsel Pal Halim Pagarra (Pal Halim Pagarra), Wakil Bupati Muhamad Yusuf, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif dan Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan).

Menteri Pertanian SYL menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang fokus pada pengembangan tanaman Porang karena memiliki pasar ekspor yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pasar ekspor Porang meliputi Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan China, serta beberapa negara Eropa.

“Jadi, kami sedang bekerja keras mengembangkannya di seluruh Indonesia dan pionirnya di Sidrap. Potensi pengembangan porang jelas besar karena kami memiliki lahan marginal yang luas. Kami spesialis mengekspor tanaman jeruk ini,” Menteri Pertanian SYL mengatakan pada kegiatan penanaman dan panen. SYL Agricultural Corporation mencontohkan bahwa dengan mengembangkan budaya Lang Lang ini pihaknya tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan industri pengolahan. Kementerian Pertanian telah mencanangkan model pembangunan pertanian lanjutan, yaitu pabrik harus dibangun di atas lahan 1.000 hektar.

“Oleh karena itu kita pastikan masa depan pertanian yang progresif dan bisa mendukung pakan pertanian. 267 juta singa Indonesia. Harga Bolang sangat bagus dan pangsa pasar ekspor sangat tinggi. Jadi mari kita tanam “Porlan”.

Perlu diketahui, menurut catatan, volume ekspor Pollan Januari-28 Juli 2020 sebesar 14.568 ton, dan nilai ekspornya Rs 80.124 miliar. Sebelumnya, volume ekspor tahun 2019 sebesar 11.720 ton. Nilai Rp 644 miliar.

Sebagai bagian dari pembangunan pabrik Porang, pemerintah mengalokasikan 17.886 hektare pada tahun 2020, yakni Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, NTT, dan Sulawesi Selatan. Provinsi Sulawesi Selatan telah mengalokasikan 10 hektar kegiatan pilot project Porang dan mengembangkan lahan seluas 564 hektar.

Syaharuddin Alrif, pembimbing spiritual para petani muda Porang. Kelompok tani tersebut berterima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah meluncurkan penanaman Porang. , Dan Kementerian Pertanian sangat cocok untuk memberikan bantuan dan bantuan teknis.Menurutnya, menanam Burang merupakan budaya memanen rupiah karena memberikan manfaat yang sangat besar.

Tinggalkan Balasan