2020-12-28 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali mengatakan, dalam persiapan menghadapi Piala Dunia U-20 2021, pemerintah dan PSSI terus bekerja sama sesuai dengan instruksi FIFA. Hal tersebut diungkapkan Menpora pada Jumat malam (17/7/2020) sebagai narasumber program Dialog Indonesia TVRI.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora juga mengabarkan bahwa Indonesia terpilih sebagai negara tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, dan imbas menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, pemilihan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 merupakan proses yang panjang.

“Semuanya berawal dari Menpra yang berharap bisa bergabung dengan PSSI menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Tapi kami bukannya tanpa lawan, dan beberapa negara tertarik untuk menjamu mereka. Lawan kami adalah Brasil dan Peru. Katanya dia Tradisi sepak bola jauh dari milik kita.

“Mengapa memilih kita? FIFA telah mengevaluasi aspek penting ini karena pemerintah memiliki jaminan ini. Pak presiden langsung menulis ke presiden FIFA. Selain itu, ada juga beberapa menteri yang sudah menyurati pemerintah FIFA menjamin bahwa inilah yang akhirnya menjadikan pemilu Indonesia, ā€¯imbuhnya.

Ia melanjutkan, perkembangan sepak bola di Indonesia Dipantau oleh FIFA, karena FIFA kini lebih fokus pada perkembangan sepak bola, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang sangat mementingkan perkembangan sepak bola, sehingga pada akhirnya Indonesia terpilih sebagai negara tuan rumah Piala Dunia U-20. — Menurutnya Dikatakan bahwa selama ini, saat terjadi pandemi Covid-19, FIFA belum melakukan perubahan apapun, karena kita tahu Piala Dunia U-20 milik FIFA. Kami serius mempersiapkannya. Oleh karena itu, mengingat negara sudah siap. Tugas kelompok sudah ada tugas PSSI, dan pemerintah akan mengatur pelaksanaannya.

Selain itu, Menpora juga memaparkan olah raga dalam pandemi Covid-19. Menurutnya, Kemenpora memberikan panduan latihan di dalam negeri.

“Kami telah menghasilkan” Panduan Latihan Menginap di Rumah (SAH) “, selain menyediakan senam dan senam lansia di rumah (WAH) (Duilah). Kami membuat panduan ini agar orang-orang dari semua lapisan masyarakat akan berkata: “Jika kamu tetap sehat, kamu bisa menjaga kekebalan.” (*)

Tinggalkan Balasan