2020-12-28 |  Kilas Kementerian

Macquaran TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka membantu petani dan pekerja pertanian dalam menghadapi dinamika ketidakpastian pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan memberikan bantuan intensitas tenaga kerja di sektor pertanian kepada 25 anggota kelompok tani. Asosiasi Pertanian Merbabu. -Selasa (1 September 2020) di Magelang, Jawa Tengah, bantuan langsung diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. -Menda Ida dalam sambutannya menyampaikan bahwa program padat karya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat melalui pemberdayaan dan kegiatan yang berkelanjutan, sehingga harus mampu mengurangi jumlah pengangguran dan setengah pengangguran. Menurut data Kementerian Tenaga Kerja dan BP Jamsostek dari April 2020 hingga 27 Mei 2020, 1.757.464 pekerja formal dan informal terkena Covid-19. Mereka mengimbau agar sangat membutuhkan perhatian dan mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah agar berdampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Ia mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi akan terus bekerja keras untuk mengurangi kemiskinan dan memungkinkan petani untuk tumbuh subur dan mengembangkan program pertanian intensif melalui tenaga kerja.

Seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo, ia berharap program pertanian padat karya dapat menjadi pelopor dalam pengentasan kemiskinan, terutama di pedesaan, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Departemen memainkan peran penting dalam pembangunan. Sejatinya, selain menyediakan pangan bagi masyarakat, pertanian juga menjadi motor penggerak perekonomian khususnya di pedesaan. Ia mengatakan, – Ia mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengembangkan indikator untuk mengukur hasil kerja. Ia belum terserap oleh pasar tenaga kerja, yang disebut tingkat pengangguran terbuka (TPT). Menurut data BPS, katanya dari tahun 2015 Pada tahun 2019 TPT turun sebesar 0,90 persen. Dilanjutkan, struktur angkatan kerja dibagi penduduk yang bekerja pada tahun 2019 masih didominasi oleh tiga pekerjaan utama yaitu pertanian sebesar 27,33%, perdagangan sebesar 18,81%, dan industri pengolahan sebesar 14,96%. Rencana tersebut secara langsung dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga meningkatkan produksi pertanian, mengurangi kemiskinan dan menyediakan lapangan kerja .- “Rencana padat karya ini tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melakukan upaya. Untuk menjamin ketahanan pangan nasional, ā€¯ucapnya.

19 Proses menjadi petani produktif tidak sendirian, tapi harus kerja sama antar pemangku kepentingan. Ia mengimbau kepada semua kepala daerah untuk bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna memperluas lapangan kerja. Untuk mengurangi tingkat pengangguran di wilayah tersebut .- “Kegiatan padat karya ini harus memiliki efek multiplier dan berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Efek ini lebih permanen “, Menaker Ida menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan