2020-12-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kasdi Subagyono, Direktur Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), meminta seluruh perangkat kerjanya untuk melakukan terobosan dan inovasi sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo. Rencana penanaman induk poros tersebut akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan.

Baca: Menteri Pertanian Syahrul Pantau Persiapan Kurban dan Pantau Kawanan Sapi di Subang- “Rencana tersebut meliputi pengembangan logistik benih, perbaikan produk, serta produktivitas dan optimalisasi lahan yang akan meningkatkan daya saing dan Nilai tambah pangsa pasar, ”kata Kasdi saat Musyawarah Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) yang digelar di Auditorium Utama Kementerian Pertanian di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2020. -Kasdi mengatakan rencana lain ditujukan untuk memodernisasi perkebunan dan mengoptimalkan pemangku kepentingan. Kemudian meningkatkan sumber daya manusia petani kecil dan kapasitas kelembagaan ekonomi. Menurut dia, pagu anggaran lebih banyak ditentukan oleh kepentingan logistik benih, total logistik benih sebesar Rs 1.192 crore, mencapai Rs 442,8 crore.

“Untuk meningkatkan produksi, kami menghabiskan 332 miliar rupiah untuk mengoptimalkan produksi. Jaringan stakeholder mencapai 170 miliar rupiah, yang meningkatkan nilai tambah. Daya saing dan pangsa pasar mencapai 152 miliar rupiah, sumber daya manusia dan Perbaikan organisasi ekonomi perkebunan mencapai 74 miliar rupiah dan modernisasi perkebunan Rp 20 miliar .

Baca: Holding Perkebunan Nusantara III dan penataan kembali 10 anak perusahaan non-PTPN — Dalam hal yang sama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Direktur Suwandi mengatakan, selama ini enam kegiatan prioritas sedang berjalan. Ia mengatakan, enam aspek tersebut mengacu pada rencana jangka panjang Kementerian Pertanian. Keenam sumbu tersebut meliputi pengembangan produksi padi, jagung dan gabah lainnya, pengelolaan kedelai dan aneka umbi-umbian, serta benih. Manajemen, PTO proteksi tanaman dan IDP .- “Selain itu, kami juga fokus pada pasca panen, pengolahan dan penjualan produk tanaman pangan, serta pengupahan, operasional perkantoran, manajemen unit kerja, fee agen lapangan dan mata uang,” ujarnya. Biro Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan peningkatan indikator kinerja SDM pertanian terus meningkatkan kualitas.

Baca: Untuk memacu budidaya anggrek, Menteri Pertanian dorong Eka Karya Flora memperluas akses pasar – menurutnya Peningkatan kualitas tersebut karena hingga saat ini Kementerian Pertanian juga fokus pada kegiatan prioritas peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sumber daya manusia dan kepastian pasar.Selain itu, Kementerian Pertanian memperkuat petani dan edukasi. Database.

“Untuk pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui pembenahan dan penguatan sistem sertifikasi ketrampilan, mengutamakan kegiatan industri,” katanya: Meningkatkan usaha kecil, menengah dan mikro pertanian melalui pengusaha pertanian Gerakan Kewirausahaan-Sementara itu, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang diwakili oleh Direktur Alsintan Andi Nur Alam Syah bertujuan untuk meningkatkan secara signifikan. Penyediaan Pangan Pencapaian sasaran mutu akses pangan dan konsumsi pangan terus meningkat Sasaran tersebut antara lain: produksi beras 62,5 juta ton GKG, produksi jagung 25,38 juta ton PK dan produksi daging sapi / kerbau 463.322 ton, maka akan memulihkan 269.884 Jaringan irigasi tersier, 1.100 unit irigasi pompa, 138 unit irigasi perpipaan, 6 ia menyimpulkan: “Ada 00 unit waduk pertanian, 100.000 hektar lahan sudah dioptimalkan, dan 20.000 hektar reklamasi JUT sudah dibangun. proyek. “(*)

Tinggalkan Balasan