2020-12-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Presiden Republik Indonesia Jokowi mengimbau masyarakat Indonesia menerapkan budaya no food waste (sisa makanan). Kata Presiden, jika masyarakat memperkuat budaya baru, itu lebih baik, yaitu dengan mengapresiasi setiap makanan yang telah dikonsumsi.

“Untuk mencapai ketahanan pangan, beberapa hal harus diperhatikan, terutama yang harus kita rujuk. Selasa lalu (15/9/2020), di Istana Bogor, Presiden mengumumkan bahwa” Peringatan FAO tentang krisis pangan ” Jika dikonversi ke rupiah, setiap 1,3 juta ton sampah makanan akan menghasilkan 27 triliun rupiah. Ironisnya, 19,6 juta orang Indonesia masih kekurangan gizi. Jika 27 triliun dikonsumsi, 28 juta orang bisa diberi makan setiap tahun. Direktur Humas dan Biro Penerangan Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menyatakan Kementerian Pertanian selama ini menghindari kampanye ini untuk menghindari usia terbuang percuma, sehingga ajakan presiden akan terus dikuatkan di masyarakat.

Menurut Kuntoro, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kerap menegaskan bahwa generasi muda harus memahami proses pengolahan pangan dari awal hingga disajikan di atas meja.

Dengan demikian, pembangunan dapat terwujud sebagai Generasi muda memberikan ketahanan pangan berbasis pola makan yang sehat, termasuk mendukung cita-cita pembangunan nasional.

“Kami berharap generasi milenial juga bisa memahami bahwa ada banyak waktu bagi Cantoro untuk mengatakan:” Petani mencari makan, dan kita masih punya Banyak orang membutuhkan makanan yang layak. Ayo kita lepaskan. Buang makanannya dan kita tidak boleh menyia-nyiakan makanan. “

Tinggalkan Balasan