2020-12-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan kembali menemukan kapal penangkap ikan asing melanggar hukum melalui Pangkalan Penjaga Pantai dan Laut (PPLP) Kelas II Tanjung Uban. Sebuah kapal pukat bernama JHF 5183 T. Bendera Malaysia memasuki wilayah negara Republik Indonesia hari ini (6/10) di perairan Kepulauan Belakit, Kepulauan Riau. — Pimpinan PLP Kelas II Pangkalan Tanjung Uban Kapten Shandian menjelaskan pihaknya menggunakan kapal patroli KN untuk patroli navigasi yang aman. Kalimasadha-P.115, pada posisi GPS 01 ° 24’570 “N / 104 ° 35’087” BT, mendeteksi dan mencurigai sebuah objek kapal bernama JHF 5183 T memasuki perairan Indonesia. “Saat kami menggunakan kapal patroli KN untuk patroli navigasi yang aman. Kalimasada-P.115 bentrok dengan kapten Bank Dunia Putra Wardana pada pukul 09.05, dan kami mencurigai kapal tersebut. Dan segera melakukan kontak radio dengan kapal, tapi kami tidak mendapat tanggapan, “kata kapten kapal. Selasa (6/10), di Tanjung Uban, Kepulauan Riau. –Dia mengatakan bahwa awak kapal segera memeriksa kapal sambil menerapkan prosedur sanitasi. Handry menjelaskan, pada lokasi GPS 01 ° 32’204 “LU / 104 ° 36’857” BT ternyata kapal nelayan tersebut melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

“Sekitar pukul 12 WIB: 05 WIB, kami juga berkoordinasi dengan penanggung jawab. Katanya harus diserahterimakan ke pangkalan PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) di Batam. Kapal berada di pangkalan PLP II AD-HOCK Tanjung Uban. Diumumkan .

Kemudian pada pukul WIB 19.00, kapal patroli KN. Kalimasadha-P.115 dan kapal penangkap ikan berlabuh di dermaga Pangkaran. Kapten Tande Uban berkata: “Sesuai dengan protokol sanitasi Karantina dilakukan di pelabuhan Tanjung Uban. —— Atas perbuatan ilegal yang dilakukan kapal tersebut, PLP Klas II pangkalan Tanjung Uban akan tetap menanganinya berdasarkan hasil pemeriksaan. Nas regulasi internasional dan internasional. (*)

Tinggalkan Balasan